Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

5 Petinggi Israel Tak Hadir di Rapat Darurat, Netanyahu Cs Dikabarkan Tewas Kena Rudal Iran?

 

Repelita Tel Aviv - Misteri terkait keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang diisukan telah tewas sejak serangan balasan yang dilancarkan oleh Iran mulai terungkap setelah pemerintah Israel menggelar pertemuan darurat yang dihadiri para pejabat senior.

Hal tersebut terlihat saat pemerintah Israel menggelar pertemuan darurat yang dihadiri para pejabat senior namun kursi kosong menganga di meja utama tempat para pengambil kebijakan duduk.

Sederet nama besar tak terlihat batang hidungnya dalam pertemuan krusial yang membahas kelanjutan perang dengan Iran yang telah memasuki hari ke-16.

Yang paling mencolok adalah absennya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang seharusnya memimpin jalannya pertemuan tersebut sebagai panglima tertinggi.

Bukan cuma dia, Komandan Angkatan Udara Tomer Bar, Kepala Mossad David Barnea, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, dan Iddo Netanyahu saudara kandung sang PM juga tak hadir.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah rezim Israel, Netanyahu tidak hadir dalam pertemuan militer tersebut demikian laporan Opera News yang dikutip sejumlah media internasional.

Ketiadaan mereka memicu gelombang spekulasi liar di berbagai platform media sosial dan kalangan analis internasional tentang kemungkinan terburuk.

Apakah ini sekadar absensi biasa di tengah perang, atau ada skenario yang lebih dramatis di balik layar yang sengaja disembunyikan dari publik.

Sontak kabar yang beredar di media sosial dan beberapa media internasional menyebut kemungkinan terburuk bahwa serangan Iran telah menewaskan sejumlah petinggi Israel.

Daftar ketidakhadiran dalam rapat darurat itu bukanlah nama-nama kelas teri karena mereka adalah pengambil keputusan utama di negeri Zionis.

Berikut adalah tokoh-tokoh yang tidak terlihat dalam pertemuan krusial tersebut: Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri sekaligus panglima tertinggi, Tomer Bar sebagai Komandan Angkatan Udara garda terdepan serangan balasan ke Iran, David Barnea sebagai Kepala Mossad otak intelijen di balik operasi-operasi rahasia, Itamar Ben Gvir sebagai Menteri Keamanan Nasional wajah keras pemerintah Israel yang vokal, dan Iddo Netanyahu saudara PM seorang mantan komandan unit pasukan khusus dan aktor.

Yang membuat situasi semakin panas adalah fakta bahwa individu-individu ini sudah lama tidak muncul di depan publik sejak perang meletus dua pekan lalu.

"Ben Gvir adalah juru bicara utama Israel, yang secara efektif merupakan suara pemerintah," tulis sejumlah analis sebagaimana laporan The Week pada Ahad 15 Maret 2026.

Ketika "suara" itu bungkam, keheningan menjadi sangat mencekam dan memicu berbagai spekulasi liar di kalangan masyarakat internasional.

Para analis mencatat bahwa mengadakan konferensi pers keamanan tingkat tinggi tanpa panglima tertinggi sangat tidak lazim selama perang aktif.

Ini memicu kesan bahwa pemerintah Israel sengaja menyembunyikan perkembangan besar dari publik internasional tentang kondisi para petingginya.

Para kritikus membandingkan ketidakhadiran yang berkepanjangan ini dengan respons Netanyahu yang selalu cepat terhadap krisis besar di masa lalu.

Sebelumnya PM Netanyahu mengadakan konferensi pers darurat 10 menit setelah dilaporkan terjadi pembunuhan tokoh konservatif Amerika Serikat Charlie Kirk saat Israel sedang melakukan operasi pengeboman besar-besaran di Gaza.

Sementara itu Kantor Perdana Menteri Israel membantah rumor yang beredar dan menyebutnya sebagai "berita palsu" serta menegaskan Netanyahu dalam kondisi aman.

Namun hingga saat ini belum ada bukti konkret yang menunjukkan Netanyahu masih hidup dan sehat seperti yang diklaim pemerintah.

Spekulasi semakin kuat setelah muncul video yang diduga hasil rekayasa AI dengan keanehan pada jari tangan Netanyahu yang berjumlah enam.

Komentator politik Amerika Serikat Candace Owens juga mempertanyakan keberadaan Netanyahu di media sosial sehingga semakin memperkuat rumor yang beredar.

Mantan inspektur senjata PBB Scott Ritter membuat pernyataan kontroversial yang langsung menyebar cepat di media sosial dengan mengklaim bahwa Itamar Ben-Gvir mengalami luka berat dan Iddo Netanyahu tewas akibat serangan.

Namun klaim ini belum bisa diverifikasi secara independen dan belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Israel.

Pemerintah Israel hingga kini belum memberikan pernyataan resmi apa pun yang mengonfirmasi adanya korban jiwa di kalangan pejabat tinggi negara tersebut.

Para pengamat menilai bahwa dalam situasi perang seperti ini absennya para pengambil keputusan utama dari pandangan publik berpotensi memicu penyebaran disinformasi.

Ketiadaan para figur sentral tersebut dari ruang publik dinilai semakin memperkuat rumor yang sedang beredar luas di masyarakat internasional.

Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi yang semakin kompleks ini sambil menunggu klarifikasi resmi dari pemerintah Israel.

Masyarakat global berharap agar semua pihak dapat menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Sementara itu konflik antara Iran dan Israel terus berlanjut dengan intensitas tinggi tanpa tanda-tanda akan segera mereda dalam waktu dekat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved