Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Whoosh Terancam Balik Modal Lebih dari 100 Tahun, Indef Soroti Utang Raksasa dan Kerugian BUMN Rp4 Triliun

 Indef: Whoosh Merugikan karena Baru Balik Modal 100 Tahun

Repelita Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance menilai proyek kereta cepat Whoosh perlu dievaluasi secara mendalam karena periode balik modal atau payback period diperkirakan mencapai seratus tahun.

Ekonom Indef Esther Sri Astuti menyatakan jumlah utang yang ditanggung pemerintah untuk Whoosh serta potensi penerimaan dari proyek tersebut memiliki selisih yang sangat besar.

Esther menjelaskan pengawasan terhadap pengelolaan kereta cepat dapat dilakukan dengan cara sederhana yaitu membandingkan kualitas barang atau hasil pekerjaan yang diterima dengan harga pasar yang berlaku.

Langkah tersebut bisa menjadi indikator awal untuk mendeteksi adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

Menurut Esther strategi utama untuk meminimalkan potensi kerugian adalah melalui monitoring dan evaluasi proyek secara konsisten.

Apabila ditemukan kejanggalan maka harus diikuti dengan penegakan hukum yang tegas.

Selain persoalan tata kelola Esther juga menyoroti aspek pembiayaan proyek Whoosh.

PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia sebagai konsorsium pemegang enam puluh persen saham PT Kereta Cepat Indonesia-China ditaksir mengalami kerugian hingga lebih dari empat triliun rupiah.

Berdasarkan perhitungan dari tingkat okupansi Whoosh saat ini periode balik modal proyek membutuhkan waktu yang sangat lama.

Ini mengakibatkan tingkat pengembalian payback period proyek Whoosh sangat lama saya pernah menghitung sekitar lebih seratus tahun lebih dengan tingkat okupansi Whoosh seperti sekarang pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved