Repelita Jakarta - Ridho Ummat mengecam keras dugaan penyerahan data sensitif Indonesia kepada Amerika Serikat dalam kerangka perjanjian dagang dan kerjasama keamanan di era kepemimpinan Prabowo Subianto.
Menurut Ridho Ummat penyerahan data kependudukan nasional serta informasi strategis lainnya kepada pihak asing merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kedaulatan bangsa.
Langkah tersebut tidak hanya melemahkan posisi tawar Indonesia di mata dunia melainkan juga membahayakan privasi dan keamanan jutaan rakyat Indonesia.
Kritik ini muncul setelah beredar informasi bahwa dalam perjanjian dagang RI-AS terdapat klausul pertukaran data yang dianggap merugikan kepentingan nasional.
Ridho Ummat menuntut pemerintah segera menjelaskan secara terbuka isi perjanjian tersebut serta membatalkan segala bentuk penyerahan data yang bersifat rahasia.
Organisasi tersebut mendesak Dewan Perwakilan Rakyat untuk memanggil pejabat terkait guna mengklarifikasi dugaan penyerahan data sensitif kepada Amerika Serikat.
Ridho Ummat menegaskan bahwa kedaulatan data merupakan bagian tak terpisahkan dari kedaulatan negara dan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan ekonomi jangka pendek.
@official.5585 ♬ bunyi asal - official 55
Pernyataan ini menjadi salah satu kritik paling keras dari kalangan masyarakat sipil terhadap kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo Subianto sejak awal masa jabatannya.
Editor: 91224 R-ID Elok

