Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

AS Siap Tembak Mati Petinggi Iran demi Tumbangkan Rezim

 

Repelita Washington DC - Rencana serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran dilaporkan semakin mendekati tahap eksekusi, dengan fokus pada penargetan individu-individu berpengaruh di negara tersebut sebagai upaya untuk menggulingkan rezim yang berkuasa.

Dua sumber pejabat Amerika Serikat mengungkapkan kepada Reuters pada Sabtu, 21 Februari 2026, bahwa operasi militer hanya tinggal menunggu persetujuan akhir dari Presiden Donald Trump.

Seluruh perangkat militer Amerika saat ini dilaporkan sudah berada di posisinya masing-masing dan siap untuk memulai operasi kapan saja setelah lampu hijau diberikan.

Meski demikian, sumber tersebut tidak memberikan penjelasan rinci mengenai tokoh-tokoh Iran mana saja yang menjadi target serangan, selain menyebut kemungkinan sasaran adalah para tokoh militer senior.

Para pejabat itu juga tidak merinci bagaimana Amerika Serikat berencana mencapai tujuan penggulingan rezim tanpa melancarkan invasi darat dalam skala besar.

Jika pernyataan dari sumber pejabat Amerika tersebut terbukti benar, maka hal ini menunjukkan adanya perubahan arah kebijakan yang tidak konsisten dengan pernyataan-pernyataan Trump sebelumnya.

Sebelumnya, Trump tidak pernah menargetkan perubahan rezim di Iran sebagai tujuan utama dari serangan militer terbaru yang sedang direncanakan ini.

Trump telah memerintahkan pengerahan kekuatan militer dalam jumlah besar ke kawasan Timur Tengah, namun sebagian besar kekuatan tersebut masih bertumpu pada armada laut.

Selain itu, rencana serangan ini tampaknya akan sangat mengandalkan kekuatan udara, dengan melibatkan pesawat pengebom dan jet tempur, mirip dengan operasi yang pernah dilakukan pada 22 Juni 2025.

Salah satu sumber pejabat Amerika menyoroti keberhasilan Israel dalam menargetkan para pemimpin Iran selama perang selama 12 hari yang terjadi pada tahun lalu.

Dalam konflik tersebut, setidaknya 20 komandan senior Iran dilaporkan tewas, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri.

Perang selama 12 hari dan serangan Israel yang berhasil menargetkan individu-individu kunci itu benar-benar menunjukkan kegunaan dari pendekatan tersebut, ujar seorang pejabat Amerika.

Pejabat itu menambahkan bahwa fokus utama militer saat ini adalah mereka yang terlibat dalam rantai komando dan kendali pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Pengungkapan terbaru mengenai strategi penargetan individu ini menunjukkan adanya perencanaan yang lebih rinci dan ambisius dari Amerika Serikat untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di Teheran.

Pada masa jabatan pertamanya, Presiden Trump pernah memerintahkan pembunuhan terhadap jenderal tertinggi Iran, Qasem Soleimani, yang menjabat sebagai komandan Pasukan Quds.

Soleimani tewas dalam serangan drone di bandara internasional Baghdad, Irak, pada Januari 2020, sebuah aksi yang sempat meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran secara dramatis.

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved