Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Oknum Brimob Aniaya Dua Siswa MAN di Tual, Satu Tewas Usai Dipukul Helm

 

Repelita Tual - Seorang siswa kelas IX Madrasah Aliyah Negeri Kota Tual Maluku meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Brimob Batalyon C Pelopor Polda Maluku pada Kamis 19 Februari 2026 .

Diketahui ada dua orang siswa Madrasah yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum Brimob tersebut yang merupakan kakak beradik .

Kedua korban penganiayaan ini merupakan kakak beradik yaitu Arianto Tawakal (14) sempat mendapat perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIT akibat luka serius yang diduga dialaminya usai penganiayaan .

Sementara itu kakaknya Nasri Karim (15) mengalami patah tulang tangan kanan dan masih dalam perawatan medis di rumah setempat .

Nasri Karim yang sudah sadar menerangkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di ruas jalan sekitar RSUD Maren Kota Tual saat mereka melintas .

“Iya benar, pada saat itu oknum Brimob melompat dan memukul almarhum menggunakan helm,” kata Nasri dikutip dari laman rri.co.id .

Nasri juga menuturkan sang adik mengalami pendarahan dari mulut dan hidung akibat benturan di belakang kepala yang cukup keras .

Saat kejadian Nasri juga mendengar rekan oknum Brimob tersebut sempat memaksa agar kejadian itu diakui sebagai aksi balapan liar .

Ia pun membantah tudingan tersebut dengan memberikan penjelasan yang sebenarnya terjadi di lokasi kejadian .

“Bukan balapan, saat itu jalan menurun sehingga motor otomatis melaju kencang,” tegasnya membantah tuduhan yang dialamatkan kepada mereka .

Video detik-detik korban dievakuasi oleh oknum Brimob juga tersebar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik .

Namun sayang Nasri menyesalkan perlakuan oknum Brimob tersebut terhadap korban saat hendak dibawa ke rumah sakit .

“Mereka menarik almarhum layaknya binatang, tidak digendong, tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping,” katanya penuh kesal mengenang kejadian nahas itu .

Pihak keluarga menilai peristiwa pemukulan itu merupakan tindakan penganiayaan murni yang tidak beralasan .

Setelah sempat dirawat intensif korban akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat luka yang dideritanya .

Sementara itu terkait dugaan penganiayaan tersebut Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Kompol Rudy Muskitta saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut .

Ia menyatakan bahwa kasus ini telah ditangani oleh Polres Tual untuk proses hukum lebih lanjut .

"Iya, sementara dalam penanganan Polres Tual," ujar Kompol Rudy kepada wartawan secara singkat .

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan peristiwa penganiayaan tersebut dan proses penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap kronologi lengkap .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved