Repelita Jakarta - Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti gejala kegelisahan yang dialami Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhir-akhir ini, terutama terkait tuduhan ijazah palsu yang terus mengemuka.
Menurut Rocky, tanda-tanda stres psikologis Jokowi tampak jelas dari masalah infeksi kulit yang dialaminya belakangan.
Ia menjelaskan bahwa dalam logika matematika, ketika semua variabel dihilangkan, yang tersisa hanyalah konstanta, dan stres menjadi konstanta utama bagi Jokowi karena gejala post-power syndrome.
Rocky menyatakan bahwa Jokowi mengalami stres berat setelah menikmati kekuasaan selama satu dekade, tiba-tiba harus menghadapi tuduhan serius yang membuatnya terpuruk secara politis.
Sebelumnya, Rocky menilai pemberian restorative justice kepada Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis seharusnya bisa meredakan kegelisahan psikologis tersebut.
Ia menegaskan bahwa restorative justice bertujuan menciptakan ketenangan batin antarpihak yang bersengketa, sesuai filosofi aslinya.
Rocky menjelaskan istilah restorative berasal dari kata restore yang berarti memulihkan, mengembalikan, atau membangun kembali sesuatu ke kondisi semula.
Menurutnya, pemberian restorative justice justru tidak menghasilkan harmoni di masyarakat, malah memperlihatkan kontradiksi yang semakin dalam.
Ia menggambarkan bahwa setelah kebijakan tersebut, Jokowi masih terlihat gelisah saat membaca pernyataan di ponselnya atau menonton acara televisi, hingga menggaruk-garuk kepala karena situasi tetap tidak berubah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

