
Repelita Jakarta Pusat - Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang pelajar.
Insiden kekerasan tersebut terjadi di kawasan Cempaka Putih Barat pada hari Jumat tanggal 6 Februari sekitar pukul 16.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra memastikan bahwa penyidik telah mengamankan dan menganalisis rekaman video yang viral di media sosial.
Kami sudah menangani kemudian melakukan penyelidikan, termasuk menganalisis video yang ada di media sosial, ujar Roby pada hari Minggu.
Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi para pelaku serta kendaraan yang digunakan dalam aksi kriminal tersebut.
Kami juga sudah mengetahui identitas, tapi ini kemungkinan, dari pelaku, kendaraannya atau pelakunya sendiri, jelas perwira polisi itu.
Polisi telah melakukan konfirmasi kondisi salah satu korban yang mengalami cedera serius pada bagian mata akibat siraman bahan kimia berbahaya itu.
Kondisi fisik korban yang masih dalam pemulihan membuat penyidik belum dapat mengambil keterangan resmi secara lengkap.
Untuk korban ada luka dan cedera di bagian mata yang sempat ditangani di rumah sakit, tapi saat ini sudah kembali ke rumah, kata Roby.
Namun mengingat keadaan, korban masih belum siap diperiksa polisi, tambahnya mengenai kondisi korban yang masih trauma.
Mengingat baik pelaku maupun korban dalam kasus ini masih berstatus di bawah umur, penanganannya dialihkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.
Unit khusus tersebut memiliki kapasitas dan pendekatan yang lebih tepat dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan anak sebagai pelaku maupun korban.
Rekaman video yang beredar luas menunjukkan tiga orang pelaku yang mengendarai satu unit sepeda motor.
Mereka terlihat menyiapkan cairan yang diduga air keras sebelum melakukan aksi penyiraman terhadap korban.
Sementara itu, korban bersama dua orang temannya melaju dari arah berlawanan dengan menggunakan satu sepeda motor lainnya.
Pada saat sepeda motor korban mendekat, pelaku dengan sengaja memotong jalur kendaraan tersebut.
Salah seorang pelaku kemudian melemparkan cairan kimia ke arah korban sebelum mereka segera melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban terlihat sangat menderita dan langsung memegang bagian matanya yang terkena siraman zat berbahaya tersebut.
Sepeda motor yang ditumpangi korban terus melaju menjauh dari lokasi kejadian untuk mencari pertolongan medis secepatnya.
Penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik aksi kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain ini.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten kekerasan tersebut guna menghindari dampak psikologis yang lebih luas.
Kepolisian juga meminta bantuan publik untuk memberikan informasi relevan tanpa mengambil tindakan main hakim sendiri.
Proses hukum akan tetap berjalan dengan mengutamakan aspek perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak yang terlibat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

