
Repelita Solo - Fenomena unik muncul di Solo setelah kediaman pribadi mantan Presiden Joko Widodo di Jalan Kutai Utara Nomor Satu Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari tiba-tiba ramai diperbincangkan publik.
Rumah tersebut sempat muncul di Google Maps dengan label tidak biasa berupa Tembok Ratapan Solo yang langsung memicu berbagai respons masyarakat.
Penamaan itu dikaitkan dengan kedatangan warga yang silih berganti ke rumah Jokowi baik untuk bersilaturahmi maupun dengan tujuan tertentu.
Pengamat Politik dan Ekonomi Heru Subagia menilai fenomena ini cukup unik dalam ruang publik Indonesia.
Ia mengaku telah dua kali berkunjung ke Solo dan melihat langsung banyak masyarakat datang ke kediaman mantan presiden tersebut.
Menurut Heru para pendatang memiliki latar belakang dan tujuan beragam mulai dari kunjungan pribadi komunitas hingga organisasi.
Beberapa di antaranya datang dengan misi khusus memberikan legitimasi atau penguatan atas keyakinan bahwa rumah Jokowi memiliki atmosfer mistis.
Heru menyatakan ada sudut pandang rasional emosional dan irasional dalam fenomena tersebut.
Ia mencontohkan sebagian datang terkait isu ijazah dan kebangsaan sementara yang lain sekadar bersilaturahmi berdoa atau mengharapkan karomah serta keberkahan.
Heru menegaskan bahwa hal itu merupakan hak setiap warga negara sehingga tidak perlu ditertawakan.
Menurutnya fenomena ini mencerminkan karakter masyarakat Indonesia yang masih bersentuhan dengan hal-hal berbau mistis.
Ia menyebut Jokowi memiliki daya tarik hingga terwujud platform tembok ratapan di Solo yang identik dengan rumah pribadinya.
Heru melihat fenomena tersebut sebagai kritik pedas bagi masyarakat yang memiliki entitas politik.
Ia mempertanyakan mengapa fenomena tembok ratapan lebih disukai ketimbang kecerdasan tokoh masyarakat lainnya yang saat ini ada di pemerintahan.
Penelusuran di Google Maps menunjukkan nama tersebut tepat berada di titik alamat Jalan Kutai Utara Nomor Satu Sumber Banjarsari Solo Jawa Tengah lima tujuh satu tiga delapan.
Di depan rumah tertera papan bertuliskan Gang Kutai Utara Nomor Satu.
Penamaan lokasi di Google Maps dapat dilakukan melalui fitur kontribusi publik sehingga pengguna bisa mengusulkan nama yang kemudian diverifikasi platform.
Label semacam ini bisa muncul dan berubah sewaktu-waktu tergantung moderasi dan kebijakan internal Google.
Istilah Tembok Ratapan Solo ramai setelah beredar video di media sosial yang merekam aktivitas warga di depan rumah tersebut.
Salah satu video menunjukkan seorang pria berdiri di depan gerbang sambil memegang tembok dengan gestur seolah meratap.
Video itu diunggah ulang akun Instagram Indopium dan langsung memicu beragam reaksi.
Tidak lama kemudian muncul rekaman lain yang memperlihatkan sekelompok orang duduk bersila melakukan tahlilan di depan rumah Jokowi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

