
Repelita Teheran - Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi setiap bentuk demonstrasi kekuatan asing di kawasan Asia Barat terutama kehadiran armada militer ekstra-regional yang dianggap tidak memiliki pembenaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Irani kepada wartawan menjelang keberangkatannya ke India untuk mengikuti sejumlah acara maritim penting di tengah ketegangan militer dan diplomasi nuklir yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan kehadiran armada ekstra-regional di Asia Barat tidak dapat dibenarkan dan jika armada-armada tersebut memasuki kawasan dengan mengandalkan kekuatan militer maka rakyat Iran akan menghadapinya dengan kekuatan yang lebih besar.
Dalam kunjungannya ke India Irani akan menghadiri tiga kegiatan maritim utama bulan ini yaitu Simposium Angkatan Laut Samudra Hindia latihan angkatan laut Milan dua ribu dua puluh enam serta Tinjauan Armada Internasional.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama maritim antarnegara pesisir Samudra Hindia dan membahas isu keamanan maritim secara bersama-sama.
Sementara itu Angkatan Laut Iran dan Rusia akan menggelar latihan gabungan di Laut Oman serta bagian utara Samudra Hindia sebagai upaya meningkatkan keamanan maritim dan memperdalam koordinasi militer kedua negara di jalur perairan strategis.
Latihan militer tersebut bertepatan dengan penutupan sementara Selat Hormuz oleh Iran selama beberapa jam pada Selasa lalu yang menunjukkan fokus Teheran dalam mengamankan koridor maritim utama dunia.
Latihan berjudul Kontrol Cerdas di Selat Hormuz menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan operasional di salah satu jalur perairan paling penting secara global.
Langkah ini terjadi di tengah kehadiran angkatan laut Amerika Serikat yang signifikan termasuk pengerahan kelompok serang kapal induk serta pengiriman kapal induk USS Gerald R Ford ke arah Asia Barat.
Ketegangan tersebut menjadi latar belakang utama pernyataan tegas dari komandan angkatan laut Iran.
Di sisi lain Iran dan Amerika Serikat sedang menyelesaikan putaran kedua negosiasi tidak langsung di Jenewa yang berfokus pada isu nuklir Teheran serta pencabutan sanksi.
Putaran pertama pembicaraan digelar pada enam Februari di Muscat sementara putaran kedua berlangsung di Kedutaan Besar Kesultanan Oman di Jenewa Swiss.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai diskusi kali ini lebih konstruktif dibandingkan sebelumnya dan berhasil mencapai kesepakatan luas mengenai prinsip-prinsip panduan untuk melanjutkan pembicaraan.
Ia menyatakan pada akhirnya kami mampu mencapai kesepakatan luas mengenai serangkaian prinsip panduan berdasarkan prinsip-prinsip tersebut kami akan bergerak maju dan mulai mengerjakan teks perjanjian potensial.
Dari Washington Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan sikap lebih hati-hati dengan mengakui kemajuan pembicaraan namun menegaskan Iran belum memenuhi semua tuntutan Amerika Serikat.
Ia menjelaskan dalam beberapa hal semuanya berjalan dengan baik mereka setuju untuk bertemu setelahnya tetapi dalam hal lain sangat jelas bahwa presiden telah menetapkan beberapa garis merah yang belum bersedia diakui dan diatasi oleh Iran.
Pernyataan tegas Laksamana Irani serta latihan militer bersama Rusia menunjukkan bahwa Iran tetap siap menjaga kedaulatan dan keamanan maritimnya di tengah dinamika geopolitik yang rumit di Asia Barat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

