![]()
Repelita Jakarta - Polemik penggunaan kata-kata tajam terhadap presiden kembali mencuat setelah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto menyebut Presiden Prabowo Subianto dengan istilah bodoh.
Ucapan tersebut langsung memicu perdebatan sengit di kalangan masyarakat dan mengingatkan pada kontroversi serupa yang pernah melibatkan Rocky Gerung terhadap mantan Presiden Joko Widodo.
Kala itu Rocky Gerung dilaporkan ke kepolisian setelah menggunakan diksi bajingan serta tolol dalam kritiknya.
Rocky Gerung kini menanggapi pernyataan Tiyo Ardianto melalui kanal YouTube pribadinya dengan nada yang mendukung tradisi kritik mahasiswa.
Ia mengakui bahwa dirinya pernah menggunakan istilah presiden bajingan tolol dan dungu untuk memperkuat pesan politik agar isu mendapat perhatian luas.
Saya juga memakai istilah presiden bajingan tolol dan dungu.
Menurut Rocky penggunaan kata tajam tersebut bertujuan mendorong diskusi publik secara masif dan viral.
Rocky memandang pernyataan Ketua BEM UGM sebagai bagian dari subkultur mahasiswa yang biasa tampil lantang dan provokatif.
Ia menilai kelancangan diksi bukan berasal dari dendam pribadi melainkan hasil diskusi intelektual di kalangan anak muda.
Kritik itu lahir dari kegelisahan terhadap isu keadilan sosial kesenjangan ekonomi serta kualitas demokrasi di tanah air.
Rocky menegaskan bahwa suara mahasiswa merupakan ekspresi masyarakat sipil yang berperan menjaga keseimbangan kekuasaan.
Suara dari Ketua BEM itu adalah suara intelektual.
Ia menekankan pentingnya memandang kritik tersebut sebagai keluhan akademis dari generasi muda terhadap pemimpin negara.
Rocky juga memperingatkan adanya risiko tekanan atau intimidasi terhadap mahasiswa yang berani bersuara kritis.
Menurutnya tindakan semacam itu justru merusak nilai demokrasi dan tidak mencerminkan keterbukaan pemerintahan.
Ia menolak anggapan bahwa kritik mahasiswa merupakan orkestrasi dari pihak tertentu.
Rocky yakin pemerintah memahami kritik sebagai dinamika alami dalam demokrasi bukan sebagai konfrontasi pribadi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

