Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Raymond Chin Bongkar Sisi Gelap Jeffrey Epstein: Sistem Pemerasan Elite Dunia Lewat Uang dan Kompromat

 Raymond Chin Bongkar Cara Jeffrey Epstein Tundukkan Elite Global, Bukan Predator Biasa Tapi Sistemik

Repelita Jakarta - Konten kreator sekaligus pengusaha milenial Raymond Chin menyampaikan pandangannya mengenai kasus Jeffrey Epstein dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya pada Sabtu 7 Februari 2026.

Raymond menggambarkan Epstein bukan hanya pelaku kejahatan seksual biasa melainkan sosok yang merancang sistem manipulasi terhadap kalangan elite global melalui kekuatan uang akses dan pemerasan.

Ia menyebut Epstein sebagai monster yang membangun pulau khusus untuk memperdagangkan anak di bawah umur guna melayani orang-orang paling berpengaruh di dunia.

Raymond menegaskan bahwa kasus Epstein bukanlah teori konspirasi melainkan fakta yang telah terbukti sebagian di pengadilan meskipun masih banyak dokumen yang belum dibuka ke publik.

Ia menyatakan bahwa dari jutaan file yang sudah dirilis baru sebagian kecil yang diketahui sementara jutaan lainnya masih tertutup.

Nama-nama tokoh elite dunia mulai dari bangsawan hingga mantan presiden Amerika Serikat dan miliarder teknologi tercatat pernah berada dalam lingkaran Epstein berdasarkan log penerbangan serta kesaksian hukum yang telah terungkap.

Sebagai seorang pebisnis Raymond merasa ngeri bukan hanya pada tindak kejahatan Epstein tetapi pada mekanisme gelap yang memungkinkan mantan narapidana mendapatkan akses istimewa ke Gedung Putih berfoto dengan Ratu Inggris dan dilindungi bank-bank besar.

Ia mempertanyakan mengapa bank sekelas JP Morgan bersedia melanggar aturan demi menjaga transaksi mencurigakan Epstein.

Menurut Raymond titik awal kekuasaan Epstein terjadi setelah ia dekat dengan miliarder Leslie Wexner pendiri Victoria’s Secret yang memberikan kuasa hukum penuh kepadanya secara tidak wajar di dunia keuangan.

Dari akses finansial itu Epstein membuka berbagai pintu kekuasaan dan pengaruh yang lebih luas.

Raymond menjelaskan bahwa Epstein menggunakan kedok sains dan filantropi untuk menyusup ke kalangan intelektual elite dunia.

Ia menyumbang ke universitas ternama seperti Harvard dan MIT serta mendanai riset-riset tertentu sebagai cara mendapatkan legitimasi sosial.

Cara tersebut membuat reputasinya tampak bersih di permukaan meskipun aktivitas kriminal terus berlangsung di belakang layar.

Salah satu aspek paling menyeramkan menurut Raymond adalah dugaan operasi jebakan dan pemerasan sistematis terhadap tokoh-tokoh berpengaruh.

FBI dikabarkan menemukan jaringan kamera tersembunyi di properti Epstein termasuk di pulau Little St. James yang merekam ribuan jam aktivitas mencurigakan.

Rekaman tersebut menjadi alat kompromat yang memungkinkan Epstein mengendalikan moralitas orang-orang yang seharusnya menegakkan hukum.

Raymond juga menyinggung kemunculan nama-nama dari Indonesia dalam dokumen Epstein meskipun bukan hubungan langsung dan meminta publik membaca sendiri tanpa menarik kesimpulan tergesa-gesa.

Di akhir pembahasannya Raymond menilai kematian Epstein pada Agustus 2019 tidak serta merta menghentikan jaringan kejahatan yang ada.

Ia memandang Epstein hanya sebagai gejala dari sistem yang lebih besar di mana uang dan kekuasaan mampu membengkokkan hukum.

Raymond menduga jaringan serupa masih beroperasi di berbagai negara termasuk kemungkinan di Indonesia meskipun belum terungkap sepenuhnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved