Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pakistan-Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka Setelah Saling Serang di Perbatasan Garis Durand

 

Repelita Kabul - Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan memasuki fase paling kritis setelah kedua negara saling melancarkan serangan militer di sepanjang wilayah perbatasan yang selama puluhan tahun menjadi sumber konflik berkepanjangan.

Laporan media Afghanistan pada Jumat 27 Februari 2026 menyebutkan bahwa serangan terbaru dari militer Pakistan menghantam sejumlah titik di wilayah timur termasuk Provinsi Khost dan Provinsi Nangarhar.

Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa serta sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran yang datang secara tiba-tiba.

Konflik ini dipicu oleh operasi militer Afghanistan sehari sebelumnya yang menargetkan posisi pasukan Pakistan di sepanjang Garis Durand perbatasan kontroversial yang sejak lama ditolak pengakuannya oleh Kabul.

Operasi Afghanistan disebut sebagai respons terhadap dugaan pengeboman oleh angkatan udara Pakistan sehingga situasi berubah dengan cepat menjadi konfrontasi terbuka.

Pakistan dilaporkan tidak hanya membalas tetapi juga menyatakan status perang terbuka yang mengindikasikan potensi eskalasi konflik lebih luas.

Media lokal TOLOnews Plus mengungkapkan bahwa roket-roket dari sisi Pakistan menghantam beberapa area sipil di Nangarhar termasuk satu kamp tenda yang terdampak meskipun tidak menimbulkan korban tewas.

Warga di wilayah tersebut kini hidup dalam ketakutan akibat ancaman serangan susulan yang terus membayangi kehidupan sehari-hari.

Kantor berita pemerintah Afghanistan Bakhtar melaporkan bahwa serangan di Provinsi Khost menelan korban jiwa dengan setidaknya tiga orang tewas serta beberapa lainnya luka-luka.

Angka korban dikhawatirkan terus bertambah mengingat situasi di lapangan masih belum stabil dan akses evakuasi sangat terbatas.

Eskalasi terbaru ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas kawasan perbatasan yang seharusnya menjadi garis pemisah kedaulatan namun kini berubah menjadi arena konfrontasi bersenjata.

Warga sipil kembali menjadi pihak paling rentan terjebak di tengah ambisi militer serta tarik-menarik kepentingan politik kedua negara.

Jika kedua pihak terus saling membalas tanpa adanya jalur diplomasi yang jelas konflik ini berpotensi meluas dari bentrokan perbatasan menjadi krisis regional yang lebih besar.

Dunia saat ini menantikan apakah eskalasi ini hanya unjuk kekuatan sementara atau menjadi awal dari perang terbuka yang sesungguhnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved