Repelita Teheran - Pemerintah Israel mengklaim telah melancarkan serangan rudal presisi yang menargetkan sebuah kompleks hunian dengan tingkat pengamanan tinggi di Teheran yang disebut sebagai salah satu kediaman utama Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dengan operasi militer itu diumumkan berlangsung pada akhir Februari 2026 sebagai bagian dari eskalasi konflik terbuka antara kedua negara.
Serangan tersebut disebut menghantam bangunan inti dalam kawasan yang selama ini tertutup bagi publik dan dijaga ketat oleh unsur Garda Revolusi Iran, sehingga memicu spekulasi luas di dalam dan luar negeri mengenai kondisi Ayatollah Khamenei, meskipun hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari otoritas Iran yang secara terbuka mengonfirmasi keberadaan atau statusnya pascaserangan.
Pihak Israel melalui pernyataan militernya menyebut bahwa operasi itu diarahkan untuk melumpuhkan pusat komando strategis Iran dan figur-figur kunci yang dianggap berperan langsung dalam perencanaan ancaman terhadap wilayah Israel, seraya mengklaim bahwa hasil serangan menunjukkan tingkat keberhasilan tinggi berdasarkan pemantauan intelijen dan citra pengintaian udara.
Di sisi lain, suasana di Teheran dilaporkan berada dalam kondisi siaga dengan pembatasan aktivitas sipil di sejumlah wilayah, sementara pejabat Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan akan dibalas dengan langkah yang dianggap setimpal sesuai kepentingan nasional dan keamanan regional.
Ketegangan yang meningkat akibat klaim ini memicu reaksi berantai di kawasan Timur Tengah dan mendorong kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik bersenjata, di tengah upaya diplomatik berbagai pihak yang menyerukan penahanan diri sembari menunggu kejelasan informasi resmi mengenai nasib Pemimpin Tertinggi Iran.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

