Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[MENOHOK] Influencer Cilik Chacha Bantah Dadan Hindayana: Bukan Jajan, Pengangguran Orang Tua Penyebab Utama Anak Putus Sekolah

 

Repelita Jakarta - Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengenai penyebab anak putus sekolah mendapat sorotan tajam dari influencer cilik Chacha melalui unggahannya di Instagram @chachahits pada Sabtu 21 Februari 2026.

Dadan menyatakan bahwa pendidikan di sekolah negeri sudah gratis sehingga tidak seharusnya menjadi alasan anak berhenti sekolah kecuali untuk sekolah swasta bergengsi yang memerlukan biaya.

Menurutnya faktor utama banyak anak putus sekolah adalah karena orang tua tidak mampu memberikan uang jajan harian kepada anak mereka.

Dadan mengatakan “Asih yang menyebabkan banyak anak putus sekolah? Kan pendidikan di kita sudah gratis ya. Sebagian besar, kecuali sekolah-sekolah swasta yang terkenal kan. Dan ternyata yang membuat banyak keluarga anaknya putus sekolah, karena kemampuan orang tua memberi jajan, uang harian kepada anak.”

Ia menambahkan bahwa kehadiran program Makan Bergizi Gratis membantu mengurangi angka putus sekolah karena menyediakan kebutuhan makan anak di sekolah.

Dadan menyatakan “Itu yang menyebabkan banyak putus sekolah. Jadi, hadirnya makan bergeji menyelamatkan mereka.”

Chacha menolak pandangan tersebut dengan menegaskan bahwa masalah putus sekolah bukan semata karena kurangnya uang jajan melainkan akarnya terletak pada kondisi ekonomi keluarga yang lebih luas.

Ia menjelaskan bahwa tingginya angka pengangguran membuat orang tua kesulitan memenuhi berbagai kebutuhan sekolah anak meskipun sekolah negeri gratis.

Chacha menyatakan “Pak, bukan karena nggak ada uang jajan banyak anak putus sekolah. Tapi karena keadaan ekonomi, Pak. Orang tuanya nggak ada pekerjaan, alias pengangguran.”

Menurut Chacha biaya sekolah tidak berhenti pada biaya masuk karena masih ada pengeluaran lain seperti seragam, buku tulis, alat tulis, buku LKS serta perlengkapan pendukung lainnya.

Ia menegaskan “Makanya anaknya putus sekolah. Biarpun sekolah negeri juga, semua butuh biaya, Pak. Beli buku tulis, perlengkapan sekolah, seragam sekolah, beli buku LKS.”

Chacha mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menyediakan seluruh kebutuhan pendidikan secara benar-benar gratis sambil menyoroti minimnya lapangan kerja bagi orang tua sebagai penyebab utama.

Ia menyatakan “Sampai lulus pun kita butuh biaya. Apakah pemerintah menyediakan, Pak? Ditambah kurangnya lapangan pekerja buat para orang tua. Saya bisa ngomong gini karena saya membiayai sekolah saya sendiri, Pak.”

Dengan penuh emosi Chacha memohon agar pemerintah lebih memprioritaskan pendidikan gratis yang menyeluruh ketimbang program Makan Bergizi Gratis yang dianggapnya hanya menutupi masalah mendasar.

Ia menambahkan “Saya tahu sekolah negeri pun butuh biaya juga. Di mana letak gratisnya? Jangan menutupi permasalahan rakyat yang masih susah cari kerja. Dan anak-anak yang susah lanjut sekolah, dia memakan gratis, Pak.”

Chacha menegaskan bahwa tidak semua anak membutuhkan atau menerima manfaat MBG namun pendidikan gratis akan diterima dengan senang hati oleh seluruh anak dan orang tua di Indonesia.

Ia menyimpulkan “Tega sekali, Ya Allah. Ingat ya, Pak. Tidak semua anak di Indonesia mau menerima MBG diperut mereka. Tapi jika pendidikan gratis, saya yakin pasti semua anak akan menerimanya dengan senang hati, termasuk para orang tua.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved