Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dedy Nur Sarankan Ketua BEM UGM Tiyo Laporkan Dugaan Teror ke Polisi, Bukan Cari Panggung di Medsos

 

Repelita Jakarta - Dugaan teror yang menimpa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto setelah mengkritik program Makan Bergizi Gratis terus memicu berbagai tanggapan dari publik.

Kader Partai Solidaritas Indonesia Dedy Nur menyampaikan pandangannya melalui cuitan di X pada 21 Februari 2026.

Ia menyarankan agar Tiyo segera membuat laporan resmi ke kantor polisi jika memang memiliki bukti kuat atas dugaan teror tersebut.

Dedy menulis “Kalau ada yang meneror Anda dan Anda punya buktinya, maka cara paling waras adalah bikin laporan resmi ke kantor polisi.”

Menurutnya Indonesia adalah negara hukum sehingga segala dugaan tindak pidana wajib diproses melalui mekanisme hukum yang benar bukan hanya melalui pernyataan di media sosial.

Ia menambahkan “Karena Anda ini hidup dalam negara Hukum bernama Indonesia.”

Dedy menilai bahwa melaporkan kasus ke media sosial semata bukan cara yang tepat untuk memperoleh keadilan karena perhatian publik di platform tersebut cenderung terbatas dan sibuk dengan urusan pribadi masing-masing.

Ia menyatakan “Kalau laporannya ke media sosial biar dapat perhatian sebenarnya salah alamat, karena orang-orang di media sosial ini sudah sibuk dengan dirinya masing-masing.”

Dedy juga menganggap respons dari Istana yang terkesan biasa saja merupakan hal yang wajar karena pihak Istana mungkin menilai peristiwa tersebut sebagai upaya mencari perhatian dengan memanfaatkan narasi teror.

Ia menegaskan “Wajar saja jika respon Istana juga biasa saja, karena tau bahwa anak ini sebenarnya sedang cari panggung dengan meminjam cerita ‘terror’.”

Lebih lanjut Dedy menyatakan bahwa jika kemampuan berpikir mahasiswa hanya mengandalkan narasi semacam itu maka prospek masa depan yang bersangkutan akan sangat suram.

Ia menuturkan “Kalau kecerdasan mahasiswa hanya sampai di sini, maka alamat masa depan anak ini jelas akan sangat zuram.”

Sebelumnya Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku mengalami serangkaian intimidasi mulai dari 9 hingga 11 Februari 2026 setelah menyuarakan kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur.

Tiyo mengklaim menerima pesan ancaman penculikan dari nomor tak dikenal serta mengalami penguntitan oleh dua pria berpostur tegap yang memotretnya dari jarak jauh di sebuah kedai pada 11 Februari 2026.

Ia menceritakan “Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik.”

Tiyo juga menyebut “Yang menguntit dan memotret dari jauh dua orang laki-laki dewasa. Tubuhnya tegap dan masih relatif muda.”

Upaya mengejar pelaku penguntitan tersebut gagal karena kedua orang itu menghilang setelah diikuti.

Menurut Tiyo intimidasi itu kemungkinan dipicu oleh kritiknya terhadap program Makan Bergizi Gratis yang disampaikan melalui berbagai media.

Ia menyatakan “Apa yang saya suarakan di berbagai media mungkin ada yang tersinggung.”

Hingga kini Tiyo mengaku belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke pihak kampus maupun aparat penegak hukum.

Meski demikian ia menegaskan sikap tegas dan tidak gentar menghadapi intimidasi semacam itu.

Tiyo menegaskan “Saya dan BEM UGM tidak akan takut apalagi gentar. Selama terus lahir orang-orang waras di republik ini, selama itulah penguasa yang zalim tidak akan hidup tenang.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved