
Repelita Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi tampaknya mulai menunjukkan sikap tegas terhadap mantan Menteri Perhubungan periode 2019 hingga 2024 Budi Karya Sumadi yang terus menghindari pemanggilan sebagai saksi.
Setelah absen pada panggilan sebelumnya dengan alasan memiliki agenda lain pekan lalu penyidik KPK kini mengeluarkan ultimatum dan menjadwalkan ulang pemeriksaan pada pekan mendatang.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa jadwal pemeriksaan tersebut telah terkonfirmasi sementara dan publik hanya perlu menunggu tanggal pelaksanaannya.
"Untuk sementara terkonfirmasi pemeriksaan rencana akan dilakukan di pekan depan jadi kita masih tunggu untuk pemeriksaan tersebut" ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan pada Rabu 25 Februari 2026.
Penyidik menekankan pentingnya sikap kooperatif dari setiap saksi yang dipanggil dalam penyidikan perkara korupsi.
Keterangannya dinilai sangat penting guna mengungkap dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Budi Prasetyo menegaskan kembali "Dan tentu KPK mengimbau agar setiap saksi yang diperiksa dalam penyidikan suatu perkara agar kooperatif dan datang."
Pemanggilan Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian wilayah Jawa Timur yang juga menjerat mantan Direktur Prasarana Harno Trimadi.
Dalam proses persidangan muncul fakta mengenai hubungan antara Budi Karya Sumadi dengan bos PT Istana Putra Agung Dion Renato Sugiarto yang kini menjadi perhatian khusus.
Ketua KPK Setyo Budiyanto pada Rabu 18 Februari 2026 menyatakan bahwa semua keterkaitan akan diperiksa secara mendalam berdasarkan keterangan dan berita acara yang ada.
Salah satu dugaan yang mencuat adalah penggunaan dana dari pengusaha proyek rel kereta termasuk Dion untuk penyewaan helikopter dalam kunjungan kerja mantan menteri tersebut.
Dalam putusan pengadilan Harno Trimadi terbukti menerima suap senilai Rp3,2 miliar dari Dion dan disebutkan bahwa sebagian dana tersebut juga dinikmati oleh Budi Karya Sumadi.
Pemeriksaan terhadap Budi Karya Sumadi telah dimulai sejak Juli 2023 bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto terkait mekanisme pengawasan proyek internal.
Pada kesempatan itu ia sempat menyatakan dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Terima kasih kepada KPK yang telah konsisten. Upaya ini insyaallah kami dukung untuk menghilangkan korupsi di Indonesia” ucapnya saat itu.
Namun ketika pertanyaan beralih ke dugaan aliran dana yang mengarah ke kepentingan pribadi ia langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan lebih lanjut menggunakan mobil Toyota Kijang Innova putih berpelat B 2513 BPD.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

