
Repelita Jakarta - Kang Irvan Noviandana menyampaikan bantahan kritis terhadap narasi yang menyatakan Ormat Technologies hanya sebagai perusahaan energi global berbasis Amerika Serikat dalam konteks penetapan pemenang proyek panas bumi oleh Kementerian ESDM.
Menurutnya pernyataan tersebut memang benar secara hukum karena Ormat Technologies Inc terdaftar di Amerika Serikat namun penyampaian informasi yang terpotong hingga di situ saja dianggap menyesatkan publik.
Kang Irvan menegaskan bahwa Ormat berakar dari perusahaan yang didirikan di Israel pada dekade 1960-an sebelum akhirnya memindahkan kantor pusat ke Nevada Amerika Serikat.
Perusahaan tersebut masih mempertahankan fasilitas produksi serta operasi signifikan di Israel sehingga kontribusi fiskal dan ekonomi terus mengalir ke negara tersebut melalui pembayaran pajak serta penguatan sektor energi strategis.
Ia menilai bahwa menyebut hanya basis hukum di Amerika Serikat tanpa menjelaskan akar historis dan keterhubungan operasional merupakan penyajian informasi yang tidak utuh.
Dalam konteks sensitivitas geopolitik ketidaklengkapan informasi semacam ini bukanlah hal sepele mengingat perusahaan energi merupakan sektor vital yang tidak netral.
Kang Irvan menyoroti bahwa perusahaan multinasional tetap membayar pajak di negara tempat beroperasi serta memperkuat kapasitas negara tersebut sehingga kontribusi fiskal tidak terputus meskipun kantor pusat berada di luar Israel.
Ia mempertanyakan mengapa latar historis serta keterkaitan operasional Ormat dengan Israel tidak dijelaskan secara terbuka oleh pihak berwenang dalam kerja sama strategis ini.
Kang Irvan menilai bahwa pemerintah tidak cukup hanya berlindung pada status hukum perusahaan sebagai entitas publik internasional tanpa memberikan transparansi penuh.
Ia menyerukan agar dilakukan penjelasan terbuka kajian geopolitik yang dapat dipertanggungjawabkan serta penyampaian informasi secara lengkap kepada publik.
Menurutnya Indonesia selama ini secara resmi mendukung perjuangan Palestina dan mengkritik kebijakan Israel sehingga setiap kerja sama strategis perlu diperiksa dengan teliti dan transparan.
Kang Irvan menekankan bahwa pertimbangan ekonomi tidak boleh mengaburkan posisi politik luar negeri yang telah menjadi konsistensi nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

