
Repelita Boven Digoel - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, melakukan kunjungan langsung ke Bandara Korowai Batu yang terletak di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Senin, 16 Februari 2025.
Langkah tegas ini diambil jenderal bintang tiga tersebut sebagai respons atas insiden penembakan yang menimpa pilot dan kopilot pesawat milik maskapai Smart Air yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), mengungkapkan bahwa kunjangan tersebut juga dirangkaikan dengan peninjauan langsung kondisi bandara.
Dalam keterangan resminya pada Rabu, 18 Februari 2025, Nyoman menyebutkan bahwa Marsekal Muda TNI Azhar Aditama selaku Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) III turut serta mendampingi dalam kunjungan strategis tersebut.
Kehadiran para petinggi TNI ini merupakan bagian dari upaya konkret untuk memperkuat unsur Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) di wilayah tersebut.
Tujuan utamanya adalah untuk memulihkan konektivitas udara atau jembatan udara yang sempat terganggu di wilayah Papua.
Nyoman menjelaskan bahwa peninjauan di Bandara Korowai ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari peristiwa penembakan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Selain itu, situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif akibat gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) juga menjadi pertimbangan utama dalam kunjangan ini.
Saat proses penerbangan menuju lokasi, pesawat yang ditumpangi rombongan sempat harus melakukan manuver tertentu sebelum akhirnya dapat mendarat dengan selamat di bandara tujuan.
Untuk menjamin keamanan di wilayah tersebut, Nyoman menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penebalan pasukan dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Personel dari Pasukan Rajawali serta unsur Brimob yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz juga telah disiagakan di lokasi kejadian.
Penguatan personel ini bertujuan untuk menjamin keamanan di kawasan bandara sekaligus memulihkan operasional penerbangan yang sempat terhenti.
Nyoman menekankan bahwa Bandara Korowai Batu memiliki fungsi strategis yang sangat vital sebagai penghubung antara wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Pasca insiden penembakan pada pekan lalu, personel Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan pemandu lalu lintas udara terpaksa mengungsi bersama dengan masyarakat sekitar.
Situasi tersebut mengharuskan aparat TNI-Polri untuk segera melakukan langkah pengamanan guna mengisi kekosongan personel di bandara.
Selain bertugas menjamin keamanan perimeter dan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), personel Korpasgat juga menjalankan fungsi kebandarudaraan.
Mereka bertindak sebagai pengganti sementara personel UPBU dan AirNav yang belum kembali bertugas demi kelancaran operasional penerbangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

