:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Israel-serang-Teheran-ledakan-dekat-kantor-Khamenei.jpg)
Repelita Teheran - Konflik bersenjata antara Iran dengan Israel serta Amerika Serikat kembali memanas pada Sabtu 28 Februari 2026 pagi.
Serangan udara yang dilakukan pesawat tempur Israel dilaporkan terjadi sekitar pukul sembilan tiga puluh waktu setempat dan menargetkan sejumlah lokasi strategis di ibu kota Iran.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa sasaran utama meliputi kantor serta kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Sayyed Ali Khamenei dan kantor Kementerian Intelijen.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kepulan asap tebal di sekitar kawasan tersebut dengan klaim bahwa serangan langsung mengarah pada pusat kekuasaan tertinggi Iran.
Kantor Berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan adanya tiga ledakan besar di pusat kota Teheran pada pagi hari tersebut.
Laporan lain menyebutkan sekitar tiga puluh titik menjadi sasaran dalam gelombang serangan yang berlangsung singkat namun intens.
Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan serangan preemptive untuk melindungi kepentingan keamanan nasional Israel.
Sebelumnya Iran telah berulang kali menyatakan bahwa diplomasi tetap menjadi pilihan utama dan tidak mengancam akan melakukan serangan terhadap Israel.
Salah satu ledakan yang terekam berada di dekat University Street atau Khayaban-e Danishkah di Teheran dengan kolom asap terlihat mengepul tinggi.
Israel dikenal sering menargetkan infrastruktur sipil ilmiah dan akademis pada tahap awal operasi militer untuk melemahkan kemampuan lawan.
Komando Front Dalam Negeri Pasukan Pertahanan Israel memberlakukan pembatasan nasional segera setelah serangan diluncurkan.
Semua sekolah pertemuan publik dan tempat kerja ditutup dengan pengecualian hanya untuk sektor-sektor penting yang dianggap vital.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Teheran mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban akibat serangan tersebut.
Situasi di lapangan masih dinamis dengan akses informasi terbatas sehingga data korban dan dampak material belum dapat dipastikan secara lengkap.
Eskalasi ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang telah berlangsung lama dan berpotensi memicu respons balasan dari pihak Iran.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

