Repelita London - Pemerintah Inggris dilaporkan menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris dalam potensi serangan terhadap Iran, sebuah keputusan yang disebut memicu ketegangan baru antara London dan Washington .
Laporan The Times yang dikutip sejumlah media menyebut Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa Inggris tidak akan mengizinkan penggunaan fasilitas militer di pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia maupun RAF Fairford di Gloucestershire untuk aksi militer terhadap Iran .
Menurut laporan tersebut, keputusan itu didorong kekhawatiran bahwa keterlibatan dalam serangan tanpa dasar hukum yang jelas dapat melanggar hukum internasional dan menyeret Inggris ke dalam konsekuensi global yang berat .
The Times juga melaporkan bahwa langkah Inggris itu membuat Trump menarik dukungannya terhadap rencana London untuk menyerahkan kedaulatan British Indian Ocean Territory, termasuk Kepulauan Chagos, kepada Mauritius yang di dalamnya terdapat pangkalan udara strategis Diego Garcia .
Berdasarkan perjanjian lama, Amerika Serikat wajib meminta persetujuan Inggris sebelum menggunakan pangkalan militer yang berada di bawah kedaulatan Inggris untuk operasi ofensif .
Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa persiapan militer AS untuk kemungkinan serangan terhadap Iran meningkatkan perhatian Trump terhadap nilai strategis pulau terbesar di Kepulauan Chagos tersebut .
Trump juga menyinggung hal ini dalam unggahan di Truth Social pada Rabu (18/2/2026) dengan menulis bahwa jika Iran menolak mencapai kesepakatan, mungkin diperlukan penggunaan Diego Garcia dan RAF Fairford untuk menghilangkan potensi ancaman dari rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya .
Sumber The Times menyebut London kecil kemungkinan mendukung serangan pendahuluan, mengingat Inggris juga pernah menolak terlibat dalam serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran saat konflik 12 hari antara Israel dan Iran musim panas lalu .
Pemerintah Inggris melalui pernyataan resmi mengatakan ada proses politik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran yang didukung penuh oleh Inggris, namun mereka enggan berkomentar lebih jauh mengenai masalah operasional militer .
Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran memperingatkan bahwa pangkalan, fasilitas, dan aset milik AS akan menjadi target sah jika Washington melancarkan aksi militer .
Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengutip pernyataan terbaru Trump dan meminta komunitas internasional memastikan AS segera menghentikan ancaman penggunaan kekuatan yang melanggar hukum .
Iran menegaskan tetap berkomitmen pada solusi diplomatik dan siap membahas program nuklir damainya secara timbal balik, namun Teheran memperingatkan bahwa jika menjadi sasaran agresi militer, seluruh pangkalan dan aset kekuatan musuh di kawasan akan dianggap sebagai target sah dalam kerangka pembelaan diri .
Presiden Trump dalam beberapa pekan terakhir berulang kali mengancam aksi militer terhadap Iran, awalnya terkait penindakan terhadap demonstran anti-pemerintah dan terbaru mengenai program nuklir Teheran .
Pada Kamis (19/2/2026), Trump menyatakan Iran hanya memiliki waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan dan kembali memberi sinyal bahwa AS akan melakukan serangan jika perundingan gagal .
Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan di Jenewa pada Selasa (17/2/2026) antara utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner yang melakukan komunikasi tidak langsung dengan diplomat senior Iran dan melaporkan adanya tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan .
Sementara itu Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan segera melakukan perundingan dengan pemerintah Mauritius pada 23-25 Februari 2026 dengan fokus utama menegaskan kembali posisi strategis pangkalan Diego Garcia bagi keamanan nasional Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik .
Hingga berita ini diturunkan, pihak Downing Street belum memberikan komentar resmi tambahan terkait laporan penolakan penggunaan pangkalan udara tersebut untuk operasi militer spesifik terhadap Iran .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

