Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

IHSG Jatuh Lebih 8%, Dahlan Iskan Soroti Kepanikan dan Kekacauan Pemerintah di Pasar Modal

Gabungkan wajah asli dari foto kedua—orang berbicara dengan mikrofon—ke dalam suasana tematik IHSG seperti pada foto pertama. Latar belakang harus menampilkan papan digital Bursa Efek Indonesia dengan angka indeks IHSG yang sedang turun, grafik merah, dan suasana pasar saham yang tegang. Orang tersebut tetap mengenakan pakaian putih dan memegang mikrofon, tetapi kini berdiri di depan layar IHSG, seolah sedang memberikan analisis atau pidato tentang kondisi pasar. Jangan ubah wajah atau ekspresi, hanya padukan ke dalam konteks IHSG.

Repelita [Jakarta] - Dahlan Iskan menggambarkan akhir pekan pada bulan Januari 2026 sebagai sebuah periode yang penuh kepanikan dan kesalahan dalam tulisannya yang bertajuk "Agak Laen".

Menurutnya, awal tahun 2026 ditutup dengan kisah sedih di pasar modal Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penurunan lebih dari 7% pada hari Rabu.

Dia menyebutkan bahwa penurunan yang sangat drastis tersebut menyebabkan perdagangan saham terpaksa dihentikan untuk mencegah kejatuhan yang lebih dalam.

Kondisi tersebut berlanjut pada hari Kamis, di mana IHSG masih mengalami tekanan jual yang kuat meskipun perdagangan sempat dihentikan lagi.

Dahlan Iskan mencatat total penurunan indeks mencapai lebih dari delapan persen, yang akhirnya ditutup di level Rp8.300, suatu angka yang menurutnya masih lebih tinggi dibandingkan saat pelantikan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, kedalaman kejatuhan tersebut dinilainya sebagai sebuah drama yang menegangkan dan merupakan tamparan terang-terangan bagi wajah pemerintahan baru di panggung dunia.

Dia mengungkapkan kemungkinan kemarahan Presiden Prabowo atas kejadian ini, seraya menyindir bahwa melempar handphone saja mungkin tidak cukup sebagai luapan emosi.

Dalam analisisnya, Dahlan Iskan mengutip pernyataan Pandu Syahrir, CIO Danantara, yang menyoroti lambannya respons regulator dalam menangani peringatan yang telah diberikan sejak beberapa bulan sebelumnya.

Pandu Syahrir menegaskan bahwa kesalahan tidak terletak pada pelaku pasar yang memanfaatkan peluang, melainkan pada regulator yang dinilai sangat lambat dalam melakukan pembenahan.

Dahlan Iskan juga mengkritik langkah pemerintah yang mengizinkan dana asuransi dialokasikan hingga 20% untuk membeli saham, meningkat dari batas sebelumnya sebesar 5%.

Menurutnya, langkah tersebut justru dibaca negatif oleh pasar dan berpotensi membahayakan dana nasabah asuransi, mengingat sejarah buruk yang pernah menimpa Asabri dan Jiwasraya.

Dia menyoroti empat poin perbaikan yang diminta oleh lembaga pemeringkat Morgan Stanley Capital International terhadap Bursa Efek Indonesia, yaitu transparansi data, persentase saham yang dijual bebas, keterbukaan struktur kepemilikan, serta tata kelola pasar modal yang lebih baik.

MSCI disebut memberikan waktu hingga Mei 2026 untuk melakukan evaluasi, dengan ancaman menurunkan status BEI ke kelas "Frontier" yang setara dengan bursa di beberapa negara kecil di Afrika dan Asia.

Dahlan Iskan menyatakan ketidaksetujuannya dengan kepanikan yang justru meluas di kalangan pemerintah, yang berujung pada pengunduran diri sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia.

Dia menyebut pengunduran diri massal tersebut justru memperumit situasi dan berpotensi menghancurkan fondasi pasar modal karena proses penggantian memerlukan waktu yang lama.

Menurutnya, krisis ini muncul setelah lembaga pemeringkat asing MSCI mengeluarkan rapor merah untuk BEI, suatu ironi mengingat pidato-pidato pemerintah yang sering menghujat pengaruh asing.

Dahlan Iskan menyimpulkan bahwa akhir pekan tersebut menjadi momen yang sangat menentukan, di mana hasil dari berbagai langkah darurat akan teruji pada pembukaan perdagangan hari Senin.

Dia menggambarkan antisipasi terhadap pembukaan pasar Senin sebagai suatu momentum yang lebih mendebarkan daripada alur cerita film.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved