Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Viralkan Konten 'Cumlaudee Jadi IRT', Seorang Alumni Cum Laude Malah Ditegur dan Diminta Hapus Postingan oleh Kampusnya

 

Repelita [Jakarta] - Heboh seorang konten kreator yang lulus cum laude dia diminta take down (hapus) postingan “Cumlaudee tapi jadi IRT gapapa kan”. Permintaan penghapusan tersebut datang dari pihak almamater sang kreator karena konten dinilai membawa nama institusi.

Dalam unggahannya, sang kreator menyertakan foto dengan atribut kampus serta narasi yang mempertanyakan apakah menjadi ibu rumah tangga setelah lulus cum laude merupakan hal yang salah. Konten tersebut kemudian viral dan mendapat beragam respons dari masyarakat.

Pihak kampus dianggap tidak berkenan dengan penyertaan identitas institusi dalam konten yang membahas pilihan hidup personal tersebut. Mereka mengirimkan permintaan langsung kepada sang kreator untuk segera menghapus unggahan dari media sosial.

Sang kreator pun mengunggah permintaan maaf dan klarifikasi atas niatnya. Ia menyatakan hanya ingin berbagi kebanggaan sebagai alumni tanpa maksud merendahkan nama kampus. Ia juga menawarkan kepatuhan untuk menghapus konten jika memang diwajibkan.

Insiden ini memicu diskusi publik mengenai batasan ekspresi alumni di media sosial serta pandangan masyarakat terhadap nilai gelar akademik dan pilihan karir. Banyak netizen mendukung sang kreator dengan argumen bahwa ilmu dan gelar dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk peran sosial.

Di sisi lain, sebagian pihak memahami keputusan kampus yang ingin menjaga reputasi dan netralitas institusi pendidikan. Mereka berpendapat penggunaan identitas kampus perlu disertai tanggung jawab penuh terhadap konten yang dibagikan.

Perdebatan ini menguak persepsi lama mengenai kesuksesan yang sering dikaitkan secara sempit dengan karir di ruang publik. Pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga masih kerap dianggap sebagai bentuk pemborosan potensi, khususnya bagi perempuan berpendidikan tinggi.

Kasus ini menjadi contoh konflik antara kebebasan berekspresi sebagai individu dengan kewajiban menjaga citra institusi kolektif. Kedua belah pihak diharapkan dapat menemukan titik temu melalui komunikasi yang lebih baik dan saling pengertian.

Dialog semacam ini dianggap penting untuk mengembangkan pemahaman yang lebih inklusif mengenai makna kesuksesan dan kontribusi seseorang bagi masyarakat, terlepas dari latar belakang pendidikan dan pilihan peran hidupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved