Repelita Bandung - Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah melontarkan kritik pedas terhadap perubahan sikap drastis ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar yang kini berbalik membela Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam analisisnya yang ditulis di Bandung pada 14 Maret 2026, Rizal menggunakan metafora perang dengan menyebut adanya rudal dari Kutai 1 Surakarta yang ditembakkan ke sasaran Balige Academy Sumatera Utara dengan daya ledak dahsyat.
Rudal itu disebut mampu merontokkan urat syaraf keberanian dan mengubah fikiran sehat menjadi linglung, benci menjadi cinta, serta maki berubah puji terhadap sosok yang sebelumnya menjadi sasaran kritik.
Rudal tersebut menurut Rizal made in Japan dari Yamaguchi University bernama RS-3 Bom Bom Car yang bermakna R itu S-3 sama dan setara dengan bocil penggemar Bom Bom Car yang bermasalah secara akademik.
Ia menyoroti keanehan sikap penulis buku Gibran Endgame yang dengan segala argumen penelitian akademik menyimpulkan Gibran tidak memenuhi syarat sebagai wapres, tiba-tiba mengiba datang ke istananya dan membawa pulang parsel oleh-oleh.
Rizal berspekulasi bahwa mungkin nanti Rismon juga segera akan membuat buku Gibran Next P 2029 atau Gibran The Rising Star atau puja-puji lain untuk Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya skandal peneliti ulung yang datang mengembik kepada wapres yang sebelumnya dianggap tidak memenuhi syarat sangatlah bersejarah dan memecahkan rekor dunia baru.
Ia menilai sia-sia penerbitan buku Gibran Endgame yang dengan sekejap dihancurkan sendiri oleh penulisnya, dan jika ada orang membantu menarik peredaran dengan membakarnya nampaknya Rismon akan sangat berterimakasih.
Rizal menyebut perubahan sikap ini sebagai pemandangan menyedihkan karena seorang peneliti telah tidak menghargai hasil penelitiannya sendiri padahal tidak seorang ahli pun yang mampu mengkritisinya.
"Ini namanya anomali dari seorang peneliti pecundang," tulisnya dengan nada sinis.
Rudal RS-3 Bom Bom Car menurutnya sangat dahsyat sebagaimana bom thermobarik, namun jasad tidak hilang tapi ruh yang musnah.
Ruh harga diri, ruh ilmuwan, ruh digital forensik, ruh harimau sumatera, ruh pendobrak ijazah, ataupun ruh sebagai pahlawan marga disebutnya ikut musnah dalam perubahan sikap tersebut.
Lucunya bom sedahsyat itu ternyata masih menjadi mobil-mobilan Bom Bom Car Gibran, dan dengan sinis ia membayangkan Gibran menertawakan sang pecundang yang datang.
Setelah mampu mengubah ijazah palsu menjadi asli dan endgame menjadi rising star bahkan siap pasang badan atas kedua tokoh yang sebelumnya ia sebut sebagai perusak bangsa, Rizal menilai sebutan pengkhianat masih terlalu sopan.
Ia mengungkapkan adanya seseorang yang ingin tahu perkembangan dan menanyakan apakah Rismon masih bernafas sebagai bentuk kekecewaan yang memuncak.
Rizal menilai kini Rismon dapat menjadi aktor pembual yang membahayakan perjuangan untuk membongkar kepalsuan yang selama ini menjadi perjuangan bersama.
"Sekali lancung keujian seumur hidup orang tidak percaya. Rismon sudah ambruk, kepercayaan telah runtuh," tegasnya.
Meskipun Rismon menyatakan 11 ribu trilyun persen ijazah Jokowi asli, publik menurut Rizal tidak akan percaya karena mereka yakin ijazah UGM Jokowi itu palsu.
Rismon adalah masa lalu yang hebat, namun kini sudah reyot dan usang, dan omongan serta penelitian barunya dianggap bullshit, tidak jujur dan tidak kompeten.
Rizal meminta Rismon untuk tidak menghalangi aktivis yang masih berjuang untuk mencari kebenaran ijazah Jokowi dan minggir saja jika sudah menyerah.
Tetapi jika coba-coba menghalangi, ia menegaskan tidak ada pilihan lain selain menabraknya karena kereta bergerak cepat on going menuju pembuktian kebenaran.
"Jokowi itu pembual dan Rismon kini ikut dalam bualannya. Emang loe siapa ?" pungkasnya menantang.
Sebelumnya Rismon Sianipar mengaku telah melakukan penelitian lanjutan selama dua hingga tiga bulan terakhir dengan menggunakan tiga variabel teknis yang lebih akurat, yakni dua variabel geometri serta variabel pencahayaan.
Ketiga parameter tersebut secara otomatis mengoreksi seluruh temuan yang pernah ia tuliskan sebelumnya dalam buku kontroversial berjudul Jokowi's White Paper dan Gibran End Game.
"Wartawan memang butuh kalimat sederhana. Iya, asli (ijazah Jokowi). Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, truth hurts (kebenaran itu menyakitkan)," ujar Rismon usai bertemu Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa keputusan untuk mengungkap kebenaran ini diambil demi menjaga integritas hati dan pikirannya sebagai seorang peneliti yang bertanggung jawab, meskipun harus siap dilabeli sebagai pengkhianat.
"Temuan saya yang mungkin dianggap sepele, yang mungkin dianggap saya pengkhianat, saya siap untuk dicaci, dimaki, dijadikan pengkhianat. Yang penting saya telah menemukan kebenaran itu dengan rekonstruksi, dengan uji coba yang sudah saya lakukan tiga bulan ini," ucap dia.
Rismon juga menyerahkan makanan khas Batak berupa naniarsik serta kain ulos kepada Jokowi saat bertemu di Solo sebagai bentuk penghormatan adat dan simbol perdamaian.
Langkah Rismon ini menuai kontroversi luas di media sosial, dengan sebagian pihak mengapresiasi keberaniannya mengoreksi kesalahan, sementara yang lain mengecamnya sebagai pengkhianat perjuangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

