
Repelita Boyolali - Sejumlah dosen di Universitas Boyolali menggelar mogok kerja sebagai wujud protes terhadap keputusan yayasan yang kembali mengangkat Nanik Sutami sebagai rektor periode berikutnya.
Aksi mogok kerja tersebut dimulai sejak Kamis 26 Februari 2026 dan menimbulkan polemik di kalangan sivitas akademika kampus setempat.
Langkah tersebut merupakan puncak dari akumulasi kekecewaan dosen terhadap berbagai kebijakan yang diambil pihak yayasan pengelola universitas.
Dekan Fakultas Komunikasi dan Teknologi Informasi Universitas Boyolali Topan Setiawan menyatakan bahwa kelanjutan aksi masih bergantung pada hasil audiensi dengan pembina yayasan.
Audiensi dijadwalkan berlangsung pada tanggal 3 Maret 2026 dan dianggap sebagai penentu nasib mogok kerja para dosen.
Sebelum mogok kerja dilaksanakan Senat Universitas Boyolali telah lebih dahulu menyampaikan mosi tidak percaya saat proses pelantikan rektor.
Aspirasi Senat tersebut tidak memperoleh tanggapan positif dari pihak yayasan sehingga mendorong langkah lebih lanjut.
Ketua Senat Universitas Boyolali Purwadi menyebut mogok kerja sebagai upaya mendorong perubahan struktural di lingkungan kampus.
"Kami menghargai aspirasi itu. Itu seiring dengan mosi tidak percaya," ujar Purwadi.
Menurutnya jalur formal melalui mosi dinilai tidak efektif sehingga mogok kerja menjadi langkah konsekuen selanjutnya.
Rektor Universitas Boyolali Nanik Sutami memberikan tanggapan bahwa proses perkuliahan tetap berlangsung secara normal.
Ia menegaskan bahwa hanya sebagian kecil dosen yang tidak masuk mengajar akibat rentetan peristiwa sebelumnya.
"Yang tidak masuk cuma beberapa orang saja. Karena rentetan yang kemarin," imbuh Nanik Sutami.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

