Repelita Jakarta - Saif al-Islam Qadafi putra mendiang pemimpin Libya Muammar Qadafi dilaporkan tewas dalam serangan bersenjata yang dilakukan oleh empat penyerang di kota Zintan.
Kejadian tersebut terjadi di kediamannya sekitar pukul 02.30 waktu setempat pada Selasa malam menurut laporan media Al Arabiya yang mengutip sumber dekat keluarga Qadafi.
Para penyerang disebut berhasil menonaktifkan kamera keamanan rumah tersebut sebelum melakukan konfrontasi dan menembak Saif al-Islam yang berusia 53 tahun.
Setelah menembak pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian sehingga detail lengkap insiden masih belum sepenuhnya terungkap.
Salah satu rekan dekat Saif al-Islam menggambarkan peristiwa itu sebagai pembunuhan yang disengaja.
Abdullah Othman anggota tim politik dan penasihat Saif al-Islam periode 2020-2021 mengonfirmasi kematiannya melalui unggahan di Facebook.
"Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali Mujahid Saif al-Islam Qadafi berada dalam perlindungan Allah" tulis Abdullah Othman dalam unggahan tersebut.
Saif al-Islam Qadafi tetap menjadi figur politik penting di Libya meskipun ayahnya digulingkan melalui pemberontakan yang didukung NATO pada 2011.
Ia pernah menjalani masa tahanan panjang di Zintan selama satu dekade sebelum akhirnya mencoba mencalonkan diri sebagai presiden pada 2021.
Sebelumnya Saif al-Islam dikenal sebagai reformis yang menjalin hubungan dengan Barat memimpin negosiasi penghapusan senjata pemusnah massal Libya serta kompensasi korban pengeboman Lockerbie.
Namun ketika pemberontakan 2011 meletus ia memilih mendukung ayahnya dan menjadi bagian dari penindasan terhadap pemberontak.
Setelah ayahnya tewas Saif al-Islam sempat mencoba melarikan diri namun ditangkap milisi dan menjalani hukuman mati pada 2015 sebelum akhirnya dibebaskan melalui amnesti pada 2017.
Ia kemudian hidup bersembunyi di Zintan untuk menghindari ancaman pembunuhan hingga muncul kembali pada 2021 guna mencalonkan diri sebagai presiden.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

