Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Adian Napitupulu Kecam Teror terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Hentikan Intimidasi, Selesaikan dengan Argumen dan Data

 TEROR BEM UGM - Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu minta teror terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dihentikan (Tribunnews.com/Imanuel Nicolas Manafe)

Repelita Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengecam keras segala bentuk intimidasi dan teror yang menimpa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto.

Pernyataan tegas itu muncul setelah Tiyo menyuarakan kritik terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam program Makan Bergizi Gratis yang menyebut mitra SPPG berpotensi meraup keuntungan hingga Rp1,8 miliar.

Adian menilai perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui diskusi terbuka berbasis argumen bukan melalui tekanan atau ancaman.

Teror sudah nggak laku hidup jaman sekarang duduk di meja sampaikan argumen masing-masing menurut saya pelaku teror sudahlah hentikan kalau Indonesia mau beradab jangan teror ucap Adian seperti dikutip Jurnalis KompasTV Putu Trisnanda pada Rabu tanggal 25 Februari 2026.

Ia menekankan bantahan terhadap pernyataan semestinya dilakukan dengan data dan fakta bukan dengan intimidasi atau teror.

Kata lawan kata data lawan data buku lawan buku jangan kata data buku dilawan intimidasi dan teror ujar Adian.

Sementara itu Badan Gizi Nasional membantah narasi bahwa mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih Rp1,8 miliar per tahun.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Sony Sonjaya menjelaskan angka tersebut bukan keuntungan bersih melainkan estimasi pendapatan kotor maksimal.

Mitra mendapatkan untung bersih Rp1,8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak berdasar pada realitas bisnis dan investasi kata Sony pada Sabtu tanggal 21 Februari 2026.

Ia merinci perhitungan Rp6.000.000 dikalikan 313 hari operasional menghasilkan Rp1.878.000.000 per tahun namun belum memperhitungkan investasi awal operasional harian pemeliharaan depresiasi serta risiko usaha lainnya.

Dengan demikian penyebutan Rp1,8 miliar sebagai keuntungan bersih tidak tepat dan perlu diluruskan berdasarkan perhitungan yang lebih lengkap.

Teror terhadap Tiyo Ardianto tidak hanya menyasar pribadinya melainkan meluas hingga puluhan pengurus BEM UGM serta keluarga mereka.

Situasi ini menciptakan ketidaknyamanan berkelanjutan melalui ancaman dari nomor tak dikenal yang terus berdatangan.

BEM UGM telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik serta pihak Universitas Gadjah Mada sebagai langkah pencegahan dan perlindungan.

Meski mendapat desakan untuk melapor ke aparat penegak hukum BEM UGM memilih belum menempuh jalur hukum demi tetap fokus menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Karena pada dasarnya teror yang terjadi itu tidak berimbas apa-apa kepada kami kami akan senantiasa melawan senantiasa akan mengkritik apa yang kami anggap tidak adil dan menindas rakyat kata Tiyo saat ditemui di UII Cik Di Tiro pada Minggu tanggal 22 Februari 2026.

Teror justru mempererat solidaritas internal karena seluruh pengurus merasakan nasib serupa sebagai korban ancaman nomor tak dikenal.

Salah satu alasan utama enggan melapor adalah keraguan mendalam terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Tiyo menyinggung kasus di Tual Maluku di mana seorang anak diduga tewas akibat penganiayaan anggota Brimob Polda Maluku pada Kamis tanggal 19 Februari 2026.

Untuk melaporkan ini ke pihak kepolisian itu juga menjadi satu keraguan bagi kami karena baru terjadi kemarin seorang polisi yang membunuh rakyat Indonesia membunuh anak bangsa Indonesia lalu dengan situasi seperti ini kita akan minta tolong ke polisi rasanya kemanusiaan kami justru dipertanyakan karena teror ini masih sebatas digital sehingga justru kami tidak mau disibukan dengan itu terangnya.

Bagi mereka teror digital belum sebanding dengan risiko dan energi yang harus dikeluarkan jika menempuh jalur hukum dalam kondisi kepercayaan yang rapuh.

Melalui unggahan Instagram Tiyo menegaskan sikap tegas bahwa dirinya dan BEM UGM tidak akan gentar menghadapi intimidasi.

Saya dan BEM UGM tidak akan takut apalagi gentar selama terus lahir orang-orang waras di Republik ini selama itulah penguasa yg zalim tidak akan hidup tenang terima kasih untuk Rakyat Indonesia berkat cahaya doa Anda semua saya masih baik-baik saja saya akan terus baik-baik saja tulisnya.

Dengan konsistensi kritik keras dan rekam jejak aksi Tiyo Ardianto kini menjadi salah satu figur mahasiswa paling menonjol dalam dinamika gerakan kampus di Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved