Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Warga Kampung Durian Mengungsi di Kuburan Tionghoa: Tenda di Antara Nisan Pasca-Banjir Bandang

Warga di Aceh Tamiang harus bertahan dengan tinggal di kompleks kuburan Tionghoa pascabanjir.  (TikTok/bang_cigen)

Repelita Aceh Tamiang - Sejumlah warga Kampung Durian di Kabupaten Aceh Tamiang terpaksa bertahan hidup di kompleks kuburan Tionghoa setelah rumah mereka mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang disertai tanah longsor

Kawasan pemakaman yang terletak di perbukitan tersebut menjadi pilihan terakhir bagi warga untuk berlindung sementara karena sebagian besar rumah masih tertimbun lumpur rusak berat bahkan roboh dan hanyut terbawa arus

Kondisi memprihatinkan ini menjadi perhatian luas setelah akun TikTok @bang_cigen mengunggah video yang menampilkan aktivitas warga yang mengungsi di area makam tersebut

Video tersebut diunggah pada Sabtu 17 Januari 2026 dan telah ditonton lebih dari empat puluh ribu kali sehingga memicu empati dari banyak warganet

Dalam rekaman itu terlihat warga mendirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara di antara nisan-nisan makam

Beberapa barang rumah tangga serta tikar digelar di sela-sela makam untuk dijadikan alas tidur sehari-hari

Seorang warga dalam video terdengar menyampaikan permohonan maaf serta izin kepada keluarga ahli waris pemilik makam yang ditempati

Untuk keluarga Bapak Wong Suherman kami mohon maaf karena makam ini kami tempati sementara untuk mengungsi rumah kami belum bisa ditempati ucap warga tersebut

Ia juga menggambarkan kondisi rumah di kampung mereka yang masih dipenuhi lumpur tebal dan sebagian bangunan mengalami kerusakan sangat parah

Rumah ada yang roboh dan masih berlumpur kami juga bingung lumpurnya mau dibuang ke mana kami tidak tahu sampai kapan harus tinggal di sini tambahnya

Warga tersebut menutup pernyataannya dengan mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga ahli waris atas izin yang telah diberikan

Diketahui sebagian warga Kampung Durian telah menempati area kuburan Tionghoa tersebut sejak Desember 2025 sebagai lokasi pengungsian darurat

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebanyak tiga puluh tujuh ribu delapan ratus delapan puluh delapan unit rumah di Kabupaten Aceh Tamiang tercatat mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor

Rinciannya meliputi lima belas ribu seratus tujuh puluh empat unit rusak ringan sembilan ribu tiga ratus enam puluh enam unit rusak sedang delapan ribu lima ratus sembilan unit rusak berat serta empat ribu delapan ratus tiga puluh sembilan unit rumah rusak berat hanyut

Pemerintah merencanakan pembangunan dua ribu dua ratus sembilan puluh sembilan unit hunian sementara yang tersebar di sejumlah kecamatan

Hunian sementara tersebut diperuntukkan bagi kepala keluarga dengan rumah rusak berat hanyut atau hilang akibat bencana

Pembangunan huntara akan dipusatkan di sepuluh titik lokasi lengkap dengan fasilitas pendukung seperti MCK jaringan listrik klinik kesehatan hingga taman bermain untuk menunjang kenyamanan dan kesehatan warga

Sejumlah lokasi huntara telah mulai dibangun sejak awal Januari 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir bulan sehingga warga terdampak diharapkan dapat menempatinya menjelang Ramadan(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved