Repelita [Pangkep, Sulawesi Selatan] - Franky D Tanamal, seorang teknisi pesawat, berhasil selamat dari musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung.
Nama Franky sebenarnya tercantum dalam dokumen manifest penumpang pesawat yang mengalami kecelakaan tragis tersebut.
Daftar awal yang beredar menyebutkan terdapat sebelas orang di dalam pesawat saat kejadian berlangsung.
Namun, Direktur Jenderal Perhubungan Udara memastikan bahwa jumlah orang di dalam pesawat sebanyak sepuluh orang.
Rinciannya terdiri dari tujuh awak kabin dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Penumpang tersebut meliputi seorang analis kapal pengawas, pengelola barang milik negara, serta operator foto udara.
Awak kabin terdiri dari pilot, kopilot, petugas operasi penerbangan, dua orang teknisi, dan dua pramugari.
Konfirmasi resmi menyatakan bahwa seorang pilot tertentu tidak berada di dalam pesawat saat kejadian.
Klarifikasi juga diberikan oleh Direktur Utama perusahaan operator pesawat mengenai komposisi awak yang bertugas.
Meskipun namanya tercantum dalam manifest, Franky dipastikan tidak ikut dalam penerbangan tersebut.
Bukti keberadaannya di tempat lain ditunjukkan melalui unggahan foto di platform media sosial.
Unggahan tersebut menyatakan rasa syukur karena Franky luput dari musibah yang menimpa rekan-rekannya.
Menurut informasi yang beredar, Franky sebenarnya dijadwalkan untuk terbang dalam rute yang sama pada hari Sabtu.
Namun, ia mengajukan izin kepada atasannya karena memiliki kegiatan lain yang harus diikuti.
Kegiatan tersebut adalah pelayanan di gereja yang membuatnya tidak dapat mengikuti jadwal penerbangan.
Unggahan di media sosial menyebutkan bahwa keputusan Franky untuk tidak terbang merupakan bagian dari rencana yang tidak terselami.
Foto yang beredar menunjukkan Franky bersama tiga orang lain dalam suatu kegiatan di luar penerbangan.
Ia terlihat mengenakan pakaian batik berwarna gelap dengan celana yang serasi.
Keputusan untuk tidak mengikuti penerbangan tersebut ternyata menyelamatkan nyawanya dari musibah besar.
Peristiwa ini mengingatkan mengenai pentingnya kepastian data penumpang dalam setiap penerbangan.
Koordinasi antara pihak maskapai dengan otoritas penerbangan perlu terus ditingkatkan untuk menghindari kesalahan data.
Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama yang harus dijaga oleh semua pihak terkait.
Masyarakat diharapkan dapat memahami dinamika dan kompleksitas dalam industri penerbangan.
Setiap prosedur keselamatan harus diikuti secara ketat untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan standar keselamatan penerbangan di seluruh wilayah Indonesia.
Lembaga terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap insiden penerbangan yang terjadi.
Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan perbaikan sistem untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Keluarga korban mendapatkan pendampingan dan dukungan dari pemerintah dan pihak terkait.
Proses evakuasi dan identifikasi korban terus dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya.
Koordinasi antar instansi diperlukan untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat kepada publik.
Kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak dalam industri penerbangan nasional.
Upaya peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan penerbangan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Komitmen semua pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menciptakan sistem penerbangan yang aman dan nyaman.
Masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya perbaikan sistem penerbangan nasional.
Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

