Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rusdi Masse Mundur dari Nasdem, Analis Sebut Tiga Risiko Besar Menghadang Partai di Sulsel

 Tarik Ulur Pengunduran Diri Rusdi Masse di DPP NasDem

Repelita Makassar - Rusdi Masse telah mengundurkan diri dari Partai Nasdem setelah memimpin selama sepuluh tahun penuh.

Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Ahmad Sahroni membenarkan bahwa pengunduran diri tersebut telah resmi terjadi.

Pernyataan resmi ini disampaikan pada hari Kamis tanggal dua puluh dua Januari setelah beredar luas isu mengenai mundurnya Rusdi Masse.

Posisi ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sulawesi Selatan yang ditinggalkan kemudian diserahkan kepada Syaharuddin Alrif.

Syaharuddin Alrif akan didampingi oleh Andi Rachmatika Dewi yang dipercaya sebagai sekretaris wilayah dalam kepengurusan baru tersebut.

Surat keputusan tentang perubahan kepemimpinan ini diterbitkan sehari setelah kepastian pengunduran diri Rusdi Masse diumumkan.

Dokumen resmi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Saan Mustopa di Jakarta.

Penyerahan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal dua puluh tiga Januari di kantor pusat partai dengan dihadiri oleh sejumlah pengurus.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia Ras MD menganalisis dampak dari mundurnya Rusdi Masse.

Menurutnya terdapat tiga potensi risiko yang akan dihadapi Partai Nasdem khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

Pertama adalah kemungkinan runtuhnya gelembung prestasi yang selama ini dibangun di bawah kepemimpinan Rusdi Masse.

Di bawah kepemimpinan Rusdi Masse Partai Nasdem Sulawesi Selatan mencatat prestasi luar biasa dalam pemilihan umum.

Untuk kali pertama Partai Golkar tersingkir dari posisi dominan di wilayah tersebut selama pemilihan umum terakhir.

Efek kepemimpinan Rusdi Masse dinilai bekerja maksimal terutama di daerah pemilihan yang mencakup Sidrap Pinrang dan Enrekang.

Kedua adalah risiko melemahnya koordinasi dan mobilisasi politik di tingkat akar rumput setelah kepergian figur karismatik.

Hilangnya figur dengan kharisma kuat seperti Rusdi Masse dapat membuat partai kehilangan mesin politik yang selama ini efektif.

Interaksi antar kader serta strategi lokal dan mobilisasi suara di tingkat desa hingga kabupaten rentan mengalami pelemahan.

Kondisi ini akan semakin parah jika para kader yang selama ini setia juga ikut bermigrasi meninggalkan partai.

Ketiga adalah potensi reorientasi dukungan massa ke partai lain tempat Rusdi Masse akan bergabung di masa depan.

Jika Rusdi Masse memutuskan untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia maka simpatisan dan loyalis dapat berpindah dukungan.

Artinya Partai Nasdem di Sulawesi Selatan akan mengalami defisit dukungan sebesar pengaruh yang ditinggalkan oleh Rusdi Masse.

Potensi risiko tersebut dapat membuat Partai Golkar di wilayah itu bisa bernapas lega dan berpeluang merebut kembali kejayaan.

Peluang tersebut akan semakin terbuka lebar jika Partai Golkar mampu melakukan pembenahan internal dalam momentum musyawarah daerah mendatang.

Analisis ini disampaikan melalui keterangan tertulis pada hari Sabtu tanggal dua puluh empat Januari sebagai bahan evaluasi politik.

Pemilihan umum berikutnya memang masih cukup lama namun dinamika internal partai sudah mulai menarik untuk diperbincangkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved