
Repelita Jakarta - Kader Partai Solidaritas Indonesia Dedy Nur memberikan tanggapan terhadap tudingan komika Arie Kriting yang menyebut pendukung Joko Widodo serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merasa marah dan tidak terima atas materi Mens Rea yang disampaikan Pandji Pragiwaksono.
Dedy Nur menolak tudingan tersebut karena menurutnya tidak ada bukti adanya kemarahan seperti yang diklaim melainkan hanya respons berupa kritik balik yang biasa terjadi dalam ruang demokrasi.
Pernyataan Dedy Nur disampaikan melalui akun X miliknya @DedynurPalakka pada tanggal tujuh belas Januari dua ribu dua puluh enam dengan kalimat bahwa tidak ada yang marah-marah dan ini hanyalah wajah lain dari kritik ala komedian seperti yang bersangkutan.
Ia menilai bahwa komika yang sering mengklaim diri netral secara politik sebenarnya justru menunjukkan sikap berpihak ketika kritik mereka mendapat tanggapan serupa dari pihak lain.
Dedy Nur menyatakan bahwa sikap tersebut terlihat jelas ketika para komedian tersebut tidak menerima kritik balasan dengan lapang dada.
Ia menyarankan agar para komedian yang aktif melontarkan kritik tidak bersikap alergi atau bersembunyi di balik humor ketika menghadapi respons kritis dari lawan bicara.
Menurut Dedy Nur saling bertukar kritik merupakan inti dari demokrasi yang tidak mungkin dihindari apalagi dihilangkan sepenuhnya.
Dinamika pertukaran kritik itu dianggapnya sebagai bentuk cinta terhadap demokrasi karena menunjukkan keterbukaan dan keberanian dalam berdialog.
Terkait materi Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono Dedy Nur menyatakan tidak mempermasalahkannya sama sekali.
Ia bahkan mengaku menikmati pertunjukan tersebut dengan santai tanpa emosi berlebihan.
Dedy Nur menuturkan bahwa ia duduk tenang menyaksikan penampilan Pandji Pragiwaksono di atas panggung melalui platform Netflix dan merasakan hal itu sebagai sesuatu yang biasa saja.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

