
Repelita Makassar - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali menginstruksikan seluruh jajaran kadernya untuk memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Program prioritas yang secara khusus ditekankan adalah Makan Bergizi Gratis atau yang biasa disingkat MBG.
Ahmad Ali menyampaikan hal tersebut ketika memberikan pengarahan dalam acara Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia yang diselenggarakan di Claro Hotel kota Makassar. Rapat yang berlangsung pada hari Jumat tanggal 31 Januari 2026 itu dihadiri oleh berbagai perwakilan dari seluruh Indonesia.
Dia menegaskan bahwa seluruh pengurus partai harus terlibat aktif dalam memantau sekaligus membantu proses pendirian dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis di wilayah masing-masing. Instruksi ini berlaku untuk semua tingkatan kepengurusan mulai dari tingkat Dewan Pengurus Wilayah hingga struktur organisasi yang paling bawah di tingkat akar rumput.
Target minimal yang ditetapkan oleh Ahmad Ali adalah setiap provinsi setidaknya memiliki satu dapur Makan Bergizi Gratis yang dibangun dengan partisipasi aktif dari kader partai. Meski demikian dia tidak menutup kemungkinan jumlahnya bisa lebih dari satu untuk setiap provinsi apabila kapasitas dan kemampuan pengurus di daerah tersebut memadai.
Kewajiban untuk berkontribusi dalam program ini ditujukan kepada seluruh pengurus tanpa terkecuali terlebih bagi mereka yang memiliki sumber daya atau kemampuan lebih di atas rata-rata. Sebagai partai yang tergabung dalam koalisi pemerintah Partai Solidaritas Indonesia merasa perlu menunjukkan dukungan nyata melalui kontribusi praktis seperti ini.
Ahmad Ali mengakui bahwa partainya memiliki keinginan untuk berkontribusi lebih banyak dengan membangun lebih dari satu dapur di tiap provinsi. Namun dia menyadari sepenuhnya bahwa terdapat berbagai keterbatasan yang dihadapi terlebih karena partai ini belum memiliki keterwakilan di dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat.
Selain membahas dukungan terhadap program pemerintah Ahmad Ali juga menyampaikan pesan khusus mengenai sosok mantan Presiden Joko Widodo. Dia meminta kepada semua kader untuk senantiasa menjaga kehormatan dan nama baik Joko Widodo yang telah ditetapkan sebagai tokoh utama dan panutan dalam partai.
Penetapan Joko Widodo sebagai figur panutan bukan semata-mata karena latar belakangnya sebagai mantan presiden melainkan karena nilai-nilai keteladanan yang dianggap melekat pada dirinya. Rapat Kerja Nasional memandang perlu untuk memanfaatkan figur Joko Widodo sebagai kapitalisasi politik yang dapat meningkatkan elektabilitas partai di mata publik.
Oleh karena itu seluruh kantor kepengurusan partai baik di tingkat wilayah daerah maupun cabang diinstruksikan untuk memasang foto atau baliho yang menampilkan gambar Joko Widodo. Menjaga kehormatan mantan presiden tersebut harus dilakukan di semua platform termasuk di media sosial dan dalam interaksi sehari-hari.
Ahmad Ali memberikan gambaran konkret dengan menganjurkan setiap kader untuk mengunggah konten positif mengenai Joko Widodo setidaknya satu kali dalam setiap hari. Konten tersebut bisa berupa cerita atau penjelasan mengenai berbagai program kerakyatan yang pernah diluncurkan pada masa pemerintahannya.
Dia berpendapat bahwa upaya sistematis semacam ini akan memberikan referensi dan bahan perbandingan kepada masyarakat luas. Masyarakat nantinya akan dapat membandingkan sendiri periode pemerintahan mana yang dianggap lebih baik apakah pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono Megawati Soekarnoputri atau Joko Widodo.
Semua arahan dan pedoman yang telah disampaikan dalam rapat kerja nasional tersebut harus dipahami dan dilaksanakan secara tertib oleh seluruh peserta yang hadir. Kekuatan dan kesetiaan menjadi nilai yang ingin ditonjolkan melalui simbol gajah yang dimiliki oleh Partai Solidaritas Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

