
Repelita Jakarta - Isu besaran gaji petugas haji kembali mengemuka setelah Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap secara terbuka nilai honor yang diterima para petugas.
Pernyataannya yang disampaikan dalam penutupan Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji di Halim Perdanakusuma Jakarta langsung memantik reaksi publik.
Dahnil menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa para petugas haji bukan sekadar relawan tanpa kompensasi finansial.
Mereka adalah pekerja yang dibayar untuk melayani jamaah selama masa operasional ibadah haji berlangsung di Tanah Suci.
Ia menekankan pentingnya transparansi agar publik tidak salah menilai tugas para petugas yang kerap dianggap ikut berhaji secara gratis.
Yang publik harus tahu petugas haji ini dibayar loh Mereka digaji Jadi saya makanya kan misalnya kita buka untuk 1000 orang itu yang daftar bisa 50000 Kenapa petugas haji itu digaji ujar Dahnil dikutip pada tanggal 30 Januari 2026.
Wakil menteri kemudian membuka rincian besaran gaji harian yang diterima oleh para petugas haji selama bertugas.
Nih kita buka ya petugas haji itu satu hari sekitar Rp900 ribuan sampai Rp1 juta Mereka bisa bertugas hampir 70 harian ya 70 harian jelasnya.
Besarnya minat masyarakat untuk mendaftar sebagai petugas haji membuat pemerintah menerapkan standar ketat dalam seleksi.
Standar tersebut mencakup aspek profesionalitas kesehatan dan kedisiplinan kerja yang harus dipenuhi oleh setiap calon petugas.
Tahun ini saja beberapa calon petugas telah dipulangkan karena tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan pemerintah.
Masalah yang menyebabkan pemulangan antara lain kondisi fisik yang tidak memadai hingga masalah kedisiplinan selama masa pelatihan.
Dahnil menegaskan bahwa tugas petugas haji bukanlah tempat untuk menitipkan niat ibadah semata.
Melainkan pekerjaan yang menuntut kesiapan penuh dan tanggung jawab besar selama masa penugasan.
Mereka harus siaga selama dua puluh empat jam setiap hari untuk menangani berbagai kebutuhan jamaah haji.
Petugas juga harus menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi serta mengatur ribuan kebutuhan teknis di lapangan.
Dengan beban kerja yang besar dan tanggung jawab yang tidak ringan pemerintah menilai pemberian gaji harian tinggi merupakan bentuk apresiasi.
Selain itu kebijakan ini juga merupakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin profesional.
Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan haji melalui peningkatan kesejahteraan para petugas yang bertugas.
Transparansi mengenai besaran gaji diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat.
Publik perlu menyadari bahwa menjadi petugas haji merupakan tugas berat yang memerlukan dedikasi tinggi.
Seleksi ketat diperlukan untuk memastikan bahwa hanya yang terbaik yang dapat melayani jamaah haji Indonesia.
Pelayanan haji yang profesional akan memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik bagi seluruh jamaah.
Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia petugas haji menjadi salah satu fokus utama dalam reformasi penyelenggaraan haji.
Dengan kompensasi yang memadai diharapkan motivasi dan kinerja petugas haji dapat terus ditingkatkan.
Masyarakat diimbau untuk memahami bahwa mekanisme seleksi ketat bertujuan untuk melindungi kepentingan jamaah haji.
Penyelenggaraan haji yang baik akan meningkatkan citra Indonesia di mata internasional.
Dukungan dan pengawasan dari masyarakat juga diperlukan untuk memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan haji.
Dengan kerja sama semua pihak diharapkan penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan lancar dan berkualitas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

