
Repelita Kudus – Kasus kekerasan terhadap pedagang es gabus yang dituding menggunakan spons kembali menyita perhatian publik. Pedagang tersebut mengalami pemukulan dan penendangan oleh sejumlah orang, padahal produk jualannya tidak terbukti mengandung bahan berbahaya atau menyebabkan keracunan.
Sementara itu, insiden keracunan massal melanda ratusan siswa SMAN 2 Kudus akibat mengonsumsi makanan yang diduga terkontaminasi Monosodium Glutamat (MBG). Sebanyak 118 siswa di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat gejala keracunan yang dialami.
Masyarakat menilai adanya ketidakadilan dalam penanganan kedua kasus ini. Pedagang es gabus yang tidak terbukti bersalah justru mendapat perlakuan kekerasan dan penangkapan, sedangkan pihak yang bertanggung jawab atas keracunan massal siswa hingga saat ini belum ditindak tegas.
Kepolisian setempat menyatakan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab keracunan dan identifikasi pihak yang bersalah. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah penangkapan terkait kasus keracunan siswa SMAN 2 Kudus tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

