
Repelita Jakarta - Langkah hukum yang diambil oleh Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan melaporkan sejumlah pihak ke kepolisian menuai kritik dari rekan seperjuangan mereka sendiri.
Rizal Fadillah, salah satu mantan rekan dalam upaya mengungkap keaslian dokumen pendidikan, menyampaikan kekecewaannya atas tindakan tersebut.
Menurut Rizal, pelaporan terhadap pengacara Ahmad Khozinudin dan mantan menteri Roy Suryo merupakan bentuk pembelokan dari tujuan perjuangan awal.
Dia menilai bahwa kunjungan diam-diam Eggi dan Damai ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo di Solo telah merusak kepercayaan di antara sesama aktivis.
Rizal menyatakan bahwa seharusnya Eggi menyadari konsekuensi dari keputusan untuk melakukan pertemuan tersebut tanpa koordinasi bersama.
Risiko kehilangan kepercayaan dan timbulnya berbagai tuduhan merupakan dampak yang seharusnya dapat diantisipasi sebelumnya.
Setiap pernyataan dari masyarakat mengenai tindakan mereka semestinya dihadapi dengan introspeksi diri bukan dengan upaya kriminalisasi.
Pertanyaan publik mengenai keabsahan Surat Perintah Penghentian Penyidikan yang diterima merupakan hal yang wajar dalam konteks perdebatan hukum.
Rizal mengungkapkan bahwa janji yang sempat diucapkan Eggi pada hari Jumat ternyata tidak kunjung terealisasi dengan baik.
Padahal saat itu Eggi berada di bandara dalam suasana tergesa-gesa sebelum berangkat menuju Malaysia untuk kepentingan pengobatan.
Bahkan sebelum keberangkatan, Eggi sempat memecat beberapa rekan seperjuangan dari Tim Persatuan Umat tanpa penjelasan yang memadai.
Nama-nama seperti Kurnia, Azzam, Rizal, Ismar, dan Rustam tercatat sebagai mereka yang dikeluarkan dari kelompok tersebut.
Menurut Rizal, sangat ironis bahwa justru rekan-rekan yang dipecat sementara Eggi yang melakukan kontroversi mendapat Surat Perintah Penghentian Penyidikan.
Kunjungan rahasia ke Solo diduga dilakukan untuk tujuan penyelamatan diri tanpa melibatkan musyawarah dengan kawan-kawan seperjuangan.
Kekecewaan Eggi mungkin muncul karena misi rahasianya tersebut bocor ke publik dan menimbulkan berbagai spekulasi.
Setelah kembali dari Malaysia, Eggi bersama Damai melaporkan Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Rencana awal untuk melaporkan lima orang hanya berhasil terealisasi untuk dua nama tersebut berdasarkan informasi yang beredar.
Pelaporan ini menciptakan kegaduhan baru yang melibatkan tidak hanya Eggi dan Damai tetapi juga pengacara yang mendampingi mereka.
Hubungan kedekatan dengan beberapa tokoh yang dihormati turut terseret dalam pusaran polemik yang semakin rumit ini.
Rizal menegaskan bahwa tindakan memecat rekan dan melaporkan pihak lain bukan merupakan karakter seorang pejuang sejati.
Langkah tersebut justru menunjukkan kegelisahan dan kepanikan di tengah tekanan situasi yang tidak terduga sebelumnya.
Sebagai sesama aktivis, Rizal berharap ada evaluasi bersama terhadap berbagai perkembangan yang terjadi belakangan ini.
Komunikasi dan koordinasi yang baik antar berbagai pihak dinilai penting untuk menjaga konsistensi perjuangan.
Masyarakat pun diharapkan dapat menyikapi dinamika ini dengan bijak tanpa terjerumus dalam polarisasi yang tidak perlu.
Penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah dianggap sebagai jalan terbaik untuk mengatasi perbedaan pandangan ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

