Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ini 10 Negara yang Dinilai Paling Aman jika Perang Dunia III Pecah

 Repelita Jakarta - Sebuah analisis mengenai negara-negara yang dinilai relatif aman jika terjadi konflik global berskala besar telah dirilis.

Analisis ini mempertimbangkan faktor netralitas politik, isolasi geografis, dan tingkat keterlibatan dalam konflik internasional.

Berikut adalah sepuluh negara yang sering disebut dalam berbagai kajian sebagai tempat yang lebih aman dalam skenario terburuk.

1. Swiss menempati posisi teratas karena kebijakan netralitasnya yang telah diakui secara internasional sejak tahun 1815.

Negara ini tidak terlibat dalam perang apa pun selama berabad-abad dan dilindungi oleh bentang alam Pegunungan Alpen.

Ribuan bunker perlindungan nuklir yang tersebar di seluruh wilayah juga meningkatkan kesiapan negara ini menghadapi krisis.

2. Selandia Baru dinilai aman karena lokasinya yang terpencil di kawasan Pasifik Selatan, jauh dari pusat konflik geopolitik dunia.

Kebijakan luar negeri negara ini cenderung menghindari keterlibatan militer langsung meski memiliki hubungan diplomatik yang luas.

Topografi pegunungan dan peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global turut mendukung penilaian ini.

3. Islandia memiliki isolasi geografis yang kuat di tengah Samudra Atlantik Utara sehingga kepentingan strategisnya dalam konflik global minim.

Negara ini dikenal sebagai salah satu negara paling damai di dunia dan tidak memiliki sejarah keterlibatan dalam perang skala penuh.

Efek tidak langsung dari konflik nuklir besar masih mungkin terjadi, namun dampak perang konvensional dapat diminimalkan.

4. Indonesia konsisten menerapkan politik luar negeri bebas dan aktif yang menjaga jarak dari berbagai konflik internasional.

Posisi strategis sebagai negara kepulauan dengan sumber daya alam melimpah mendukung ketahanan nasional.

Kebijakan netralitas dan penekanan pada peran perdamaian dunia telah dipertahankan oleh berbagai pemerintahan yang berkuasa.

5. Bhutan mengedepankan filosofi Kebahagiaan Nasional Bruto yang berfokus pada perdamaian dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Lokasinya yang terkunci di kawasan Pegunungan Himalaya memberikan perlindungan alami dari gejolak eksternal.

Negara ini secara resmi menyatakan netralitas sejak bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1971.

6. Irlandia menjaga kenetralannya dengan tidak bergabung dalam aliansi militer seperti NATO sehingga kecil kemungkinan menjadi target serangan.

Lokasinya yang terpisah dari daratan Eropa juga memberikan keuntungan geografis tersendiri dalam menghadapi konflik.

Stabilitas politik dan sosial dalam negeri turut memperkuat ketahanan negara ini dalam situasi krisis global.

7. Fiji terletak sangat jauh di Samudra Pasifik sehingga berada di luar jalur utama konflik geopolitik dunia.

Negara ini memiliki angkatan bersenjata yang relatif kecil dan selalu menempati peringkat tinggi dalam berbagai indeks perdamaian global.

Kekayaan alam berupa hutan, mineral, dan sumber daya laut mendukung kemandirian dan ketahanan hidup jangka panjang.

8. Australia mendapat keuntungan dari isolasi geografis, kepadatan penduduk yang rendah, serta kelimpahan sumber daya alam yang sangat besar.

Faktor-faktor ini membuat negara ini kurang menarik sebagai target strategis dalam konflik berskala besar.

Kemampuan ketahanan pasca-konflik juga dinilai lebih tinggi dibandingkan banyak negara lain di dunia.

9. Norwegia meskipun merupakan anggota NATO, memiliki medan yang sangat terjal dan lokasinya di wilayah Arktik yang secara strategis dapat mengurangi dampak konflik.

Populasi yang relatif kecil dan tersebar serta kesiapan infrastruktur darurat menjadi faktor pendukung ketahanan nasional.

Pengalaman panjang dalam menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrem juga menjadi nilai tambah bagi negara ini.

10. Chili terletak di tepi benua Amerika Selatan dengan perlindungan alami dari Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik.

Negara ini memiliki keanekaragaman sumber daya alam dan infrastruktur yang relatif maju dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

Kondisi geografis dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan ekstrem dinilai mampu mendukung ketahanan dalam situasi konflik global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved