Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iman Zanatul Haeri: Guru PPPK Paruh Waktu Hidup Makin Menderita, Gaji Hanya 139-500 Ribu per Bulan

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Dompu Rp 139 Ribu per Bulan, Bupati: Sesuai  Kemampuan Daerah - Klopak Indonesia

Repelita Jakarta - Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru Iman Zanatul Haeri secara tegas mengkritik kondisi guru honorer yang baru diangkat menjadi ASN PPPK Paruh Waktu melalui pernyataan di akun X pribadinya.

Pengangkatan massal tersebut berhasil menurunkan jumlah guru honorer di sekolah negeri secara signifikan jika dilihat dari perhitungan ulang.

Saat ini guru honorer sebagian besar diangkat secara masal menjadi ASN PPPK Paruh Waktu dengan demikian jika dihitung ulang jumlah guru honorer di sekolah negeri berkurang drastis tulisnya dikutip pada Jumat 23 Januari 2026.

Status ASN selama ini diperjuangkan para guru demi memperoleh jaminan kesejahteraan yang lebih baik serta hak pensiun di masa depan.

Namun setelah pengangkatan justru muncul masalah baru karena besaran gaji yang diterima lebih kecil dibandingkan saat masih berstatus honorer.

Masalahnya setelah guru honorer diangkat jadi guru PPPK PW gaji mereka justru lebih rendah dari masa ketika jadi honorer ada yang 139 ribu 250 ribu dan 500 ribu perbulan tuturnya.

Penurunan gaji ini diduga disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran pendidikan yang diterapkan pemerintah di tingkat daerah.

Kenapa daerah melakukan itu karena efesiensi anggaran pendidikan yang ditransfer ke daerah untuk apa dipangkas untuk MBG sebutnya.

Dengan langkah tersebut pemerintah berhasil mencatat penurunan drastis jumlah guru honorer yang nantinya bisa diklaim sebagai keberhasilan penghapusan status honorer dalam lima tahun ke depan.

Hasilnya pemerintah sukses mendapatkan angka guru honorer menurun drastis ini bisa diklaim lima tahun mendatang bahwa pemerintah berhasil menghapus guru honorer jelasnya.

Pengurangan jumlah guru honorer juga mengakibatkan penurunan penerima insentif meski seharusnya diimbangi dengan peningkatan gaji yang layak.

Ternyata tidak ternyata guru honorer yang menjadi guru PPPK PW hidupnya makin menderita dengan gaji kisaran 139 - 500 ribu perbulan ini hanya 1/6 dari gaji pegawai SPPG yang sudah diangkat jadi PPPK tanpa PW bahkan lebih rendah daripada pegawai SPPG yang dibayar harian lanjutnya.

Gaji sebesar itu dinilai sangat tidak layak dan hanya cukup untuk kebutuhan paling dasar seperti menjahit baju batik Korpri.

Setiap hari guru PPPK PW hanya punya status ASN yang gajinya hanya cukup buat jait kan baju batik Korpri kesejahteraan mereka tinggal logo emasnya saja mereka akan menyaksikan anggaran pendidikan bisa menggaji pegawai SPPG yang setiap hari ke sekolah mengantarkan makanan digaji dengan layak dengan anggaran yang sebetulnya bisa menggaji guru dengan layak paparnya.

Kondisi ini tidak hanya merugikan guru melainkan juga seluruh masyarakat termasuk anak-anak di sekolah negeri serta pegawai SPPG yang memiliki anak di sekolah negeri.

Kalau anda pikir ini hanya merugikan guru saja anda keliru ini merugikan anda semua bahkan merugikan pegawai SPPG yang anaknya belajar di sekolah negeri dan seluruh rakyat Indonesia yang mengharapkan pendidikan berkualitas untuk semua ini akan ditanggung kita semua sebagai penutup saya ingin mengutip sambutan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Panel Tingkat Tinggi tentang Profesi Pengajar bahwa di tengah periode perubahan dramatis seperti krisis iklim revolusi digital dan meningkatnya kesenjangan kita semua harus mendukung guru seperti guru mendukung kita semua terangnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved