Repelita Jakarta - Juru Bicara PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli secara terbuka mengkritik Ketua Harian PSI Ahmad Ali atas sikap yang dianggapnya terlalu angkuh di tengah situasi bangsa yang masih berjuang pulih dari berbagai musibah.
Menurut Guntur suasana empati seharusnya tetap menjadi prioritas utama namun kenyataannya sejumlah elite politik justru sudah sibuk menyusun strategi kekuasaan untuk Pemilu 2029 yang masih jauh waktunya.
Masih suasana bencana belum benar-benar pulih tapi elit-elitnya sudah sibuk merancang kekuasaan di 2029 yang masih lama ujar Guntur di X @GunRomli pada 23 Januari 2026.
Ia menyayangkan munculnya kembali wacana perubahan sistem pilkada yang dianggapnya semakin menjauhkan politik dari kepentingan rakyat biasa.
Ini orang teriak-teriak pilkada via DPRD ada yang mau bikin kandang-kandangan lanjutnya.
Guntur juga menyoroti dorongan agar Gibran Rakabuming Raka diposisikan sebagai penantang Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 yang menurutnya mencerminkan sikap terlalu percaya diri berlebihan.
Dan sekarang mendorong agar Gibran menjadi lawan Prabowo di 2029 mad Ali makin jumawa tegasnya.
Ia menghubungkan sikap tersebut dengan kasus penyitaan aset oleh KPK terhadap Ahmad Ali yang tidak memengaruhi posisi politiknya sama sekali.
Gimana gak jumawa KPK sudah sita duit haram dari rumahnya 3,49 miliar dan barang-barang mewah lainnya tapi dia tetap aman-aman saja emang KPK bisa bikin apa lagi buat dia ujar Guntur.
Menurutnya hal itu semakin memperkuat kesan arogansi karena tidak ada efek jera yang berarti dari penegakan hukum.
Saking takaburnya sudah kepikiran lawan buat Prabowo di 2029 kuncinya.*
Editor: 91224 R-ID Elok

