Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Guru Besar UGM: Tuduhan Rismon soal Font Times New Roman di Ijazah Jokowi Lemah dan Gegabah

 

Repelita Yogyakarta - Rismon Hasiholan Sianipar salah satu pihak yang meragukan keaslian ijazah serta skripsi Ir Joko Widodo sebagai lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada mengklaim bahwa lembar pengesahan dan sampul skripsi menggunakan font Times New Roman yang menurutnya belum tersedia pada era tahun sembilan belas delapan puluhan hingga sembilan belas sembilan puluhan.

Klaim tersebut kemudian mendapat tanggapan tegas dari Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada Marcus Priyo Gunarto yang menilai tuduhan pemalsuan ijazah dan skripsi harus didukung bukti kuat bukan sekadar dugaan sepihak.

Marcus menjelaskan bahwa dalam hukum pidana terdapat dua bentuk pemalsuan yaitu membuat palsu dan memalsukan dokumen.

Membuat palsu berarti pelaku menciptakan dokumen yang seolah-olah asli padahal dokumen tersebut sebelumnya tidak pernah ada sama sekali.

Sedangkan memalsukan terjadi ketika dokumen asli pernah ada namun kemudian dibuat ulang versi baru seolah-olah merupakan dokumen asli yang hilang atau rusak.

Menurutnya Rismon tidak secara jelas menyebutkan apakah yang dituduhkan adalah membuat palsu atau memalsukan sehingga tuduhan tersebut menjadi kabur dan sulit dibuktikan.

Marcus menegaskan bahwa tuduhan terhadap Joko Widodo maupun Universitas Gadjah Mada dalam hal ini sangat lemah karena fakultas memiliki banyak catatan pendukung yang menunjukkan bahwa Joko Widodo benar-benar pernah menempuh pendidikan di sana.

Catatan tersebut mencakup keikutsertaan dalam kuliah ujian serta proses yudisium lengkap dengan berita acara wisuda yang dapat diverifikasi langsung di Fakultas Kehutanan.

Ia menyarankan agar Rismon tidak hanya memeriksa skripsi dan ijazah Joko Widodo saja melainkan membandingkannya dengan dokumen serupa milik lulusan Fakultas Kehutanan pada periode yang sama atau bahkan sebelumnya.

Marcus menyatakan bahwa banyak skripsi serta ijazah di universitas tersebut menggunakan huruf Times New Roman atau font yang sangat mirip sehingga kesimpulan pemalsuan hanya berdasarkan kemiripan font tidaklah logis dan tidak mencerminkan sikap seorang akademisi.

Ia juga mengkritik keras tuduhan bahwa Universitas Gadjah Mada melindungi Joko Widodo terkait dugaan ijazah dan skripsi palsu karena menurutnya hal itu keliru salah serta gegabah tanpa dasar yang kuat pada Selasa dua puluh Januari dua ribu dua puluh enam.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved