Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dokter Tifa Soal Terbitnya SP3 Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis: Polisi Seperti Kerbau Dicocok Hidung oleh Uang

 dr Tifa Kritik Polisi yang SP3 Eggi Sudjana dan Damai Lubis, Sebut Abuse of  Power - Tribunlampung.co.id

Repelita Jakarta - Dokter Tifauzia Tyassuma menuding terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan alias SP3 bagi Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis oleh Polda Metro Jaya sebagai bukti kuat intervensi di luar hukum.

Ia menyoroti bahwa keputusan penghentian kasus itu muncul tak lama setelah kedua tokoh tersebut melakukan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo.

Menurut Tifauzia urutan peristiwa itu memperlihatkan betapa rapuhnya independensi penegakan hukum ketika ada kunjungan kepada pihak berkuasa.

Proses yang semula berjalan kemudian berubah menjadi permohonan restorative justice hingga akhirnya penyidikan dihentikan menurutnya bukan murni karena alasan hukum.

“SP3 itu terbit bukan karena kasusnya tidak layak dilanjutkan tetapi karena sowan” tegas Tifa lewat akun X @DokterTifa pada 17 Januari 2026.

Dokter Tifa menyatakan penegakan hukum di tanah air kini telah jatuh ke titik terendah karena mudah dipengaruhi oleh kekuatan di luar prosedur.

Ia menggambarkan institusi kepolisian seperti kehilangan daya tahan terhadap tekanan finansial dan pengaruh politik.

"Betapa perkasanya uang milik bapak yang saat ini sedang sakit sangat berat ini. Uang yang entah darimana didapatkan yang membuat Institusi Penegakan Hukum seperti Kepolisian RI bertekuk lutut seperti kerbau dicocok hidung" sindirnya dengan sangat pedas.

Di samping itu Tifauzia juga membuka kembali isu status akademik Presiden Jokowi ketika kuliah di Universitas Gadjah Mada.

Ia menyayangkan Kasmudjo yang disebut sebagai dosen pembimbing padahal Kasmudjo sendiri sudah menjelaskan bahwa pada tahun 1980-1985 ia masih berstatus asisten dosen tanpa hak membimbing secara resmi.

“Kasihan Pak Kasmudjo di masa tuanya dipaksa ikut-ikutan menjadi pembohong” ucap Tifauzia dengan nada iba.

Ia menutup dengan mempertanyakan eksistensi jurusan Teknologi Kayu di Fakultas Kehutanan UGM yang dikaitkan dengan Jokowi.

"Jawabannya dhemit. Karena jurusan Teknologi Kayu Kehutanan UGM adanya hanya di gorong-gorong maka yang jadi Dosen di jurusan yang tidak ada itu pastilah dhemit" demikian tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved