
Repelita - Ismail Amin menyoroti peran Amerika Serikat sebagai pemasok persenjataan utama dan pendukung politik terbesar bagi Israel selama konflik di Gaza.
Dukungan tersebut menurutnya mencakup dimensi moral dan material yang signifikan dalam operasi militer yang dilakukan Israel.
Ismail Amin melihat perubahan kebijakan yang tampak drastis ketika pemerintah Amerika Serikat di bawah Donald Trump mulai mengusung peran sebagai penengah perdamaian.
Perubahan strategi ini diduganya terjadi karena pendekatan militer dianggap gagal untuk menghancurkan Gaza secara menyeluruh.
Jalan yang lebih lunak kemudian ditempuh melalui narasi pembangunan kembali serta rekonstruksi infrastruktur yang hancur menurut pengamatannya.
Penciptaan kehidupan masyarakat yang berkeadilan juga diangkat sebagai salah satu dalih dalam pendekatan diplomatik yang baru.
Ismail Amin menegaskan bahwa masalah utama di Gaza sebenarnya bukan terletak pada kurangnya pembangunan melainkan pada blokade yang berlangsung lama dan pendudukan militer.
Impunitas atau kekebalan dari sanksi internasional yang dinikmati oleh Israel juga menjadi faktor penting yang memperpanjang konflik.
Invasi militer yang mematikan telah menyebabkan kehancuran besar dan berpotensi untuk terulang kembali di masa depan.
Menurutnya menawarkan program rekonstruksi tanpa menghentikan akar konflik sama saja dengan membangun rumah di tepi jurang yang curam.
Negara yang selama ini menjadi pemasok senjata utama tiba-tiba tampil sebagai penengah perdamaian dalam konflik tersebut.
Ismail Amin menyatakan tanpa jaminan hak hidup kebebasan bergerak dan akuntabilitas maka upaya rekonstruksi hanya akan menjadi kosmetik politik semata.
Upaya tersebut mungkin terlihat membangun namun tidak akan mengubah penyebab mendasar dari kehancuran yang terjadi.
Ini bukanlah bentuk perdamaian sejati melainkan sekadar cara baru untuk mengelola krisis setelah cara lama terbukti gagal.
Pertanyaan diajukan apakah Presiden Indonesia menyadari dinamika dan kompleksitas dari situasi ini sebagaimana dicatatkan oleh Ismail Amin.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

