
Repelita Agam - Suara dentuman keras yang menghebohkan warga terjadi pada pagi hari Jumat tanggal dua puluh tiga Januari di wilayah Kabupaten Agam dan Pasaman Barat.
Kejadian tersebut juga dilaporkan terdengar di beberapa daerah sekitarnya di Provinsi Sumatera Barat sehingga menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman Decky Irmawan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam.
Penelusuran dilakukan melalui data pengamatan operasional yang dimiliki untuk mengidentifikasi sumber dari suara dentuman yang dilaporkan tersebut.
Hasil analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memastikan bahwa dentuman tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas geologi.
Kondisi cuaca pada saat kejadian juga dipastikan tidak menunjukkan adanya fenomena ekstrem yang dapat menimbulkan suara ledakan.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Decky Irmawan pada hari Sabtu tanggal dua puluh empat Januari sebagai tanggapan atas kehebohan publik.
Pantauan melalui radar cuaca dan alat pendeteksi petir menunjukkan tidak adanya kondisi cuaca ekstrem di wilayah terdampak saat kejadian berlangsung.
Hasil pengamatan juga tidak menemukan keberadaan awan konvektif atau awan Cumulonimbus yang biasanya berkaitan dengan aktivitas petir signifikan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika turut melakukan pengecekan terhadap data seismik untuk memastikan kemungkinan aktivitas bawah permukaan.
Pemantauan jaringan seismometer tidak menemukan catatan gempa atau gelombang seismik di wilayah Sumatera Barat pada waktu yang bersamaan.
Hal ini menunjukkan bahwa sumber suara kemungkinan besar bukan berasal dari aktivitas tektonik maupun pergerakan lempeng bumi.
Sampai saat ini sumber pasti dari suara dentuman tersebut masih belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang yang melakukan investigasi.
Namun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memastikan fenomena tersebut tidak berasal dari faktor alam dalam lingkup pemantauannya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh berbagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga diminta untuk selalu mengacu pada kanal komunikasi resmi dari instansi terkait untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

