Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Program MBG Bikin Anak Kurus, Warga Minta Kembali ke Kantin Sekolah Lokal

 Jauh sebelum Ada MBG, SD Muhammadiyah 1 Solo Sudah Punya Dapur dan Kantin  Sehat - Espos.id

Repelita Lumajang - Seorang warga bernama Sri Lestari membagikan pengalamannya mengenai program makan siang di sekolah dasar negeri tempat anaknya bersekolah.

Program yang dikelola secara mandiri oleh kantin sekolah tersebut telah berjalan dengan sukses selama lebih dari sepuluh tahun sebelum digantikan oleh program pemerintah.

Menu yang ditawarkan sangat beragam dengan harga yang terjangkau yaitu enam ribu rupiah per porsi untuk setiap siswa yang mengikutinya.

Ada tiga variasi menu sehat setiap harinya yang mencakup sayur kelor sop dan pecel dilengkapi dengan protein hewani dan nabati.

Program tersebut awalnya diwajibkan bagi siswa kelas satu dan dua namun siswa dari kelas lain juga diperbolehkan untuk berpartisipasi secara sukarela.

Sri Lestari mengungkapkan bahwa program lokal itu terpaksa dihentikan setelah kebijakan Makan Bergizi Gratis dari pemerintah mulai diterapkan di sekolah tersebut.

Anaknya justru mengalami penurunan berat badan karena tidak cocok dengan menu yang disajikan dalam program nasional tersebut.

Makanan yang diberikan sering kali tidak disantap oleh anaknya sehingga menimbulkan kekhawatiran dari sisi kesehatan dan nutrisi.

Ia menyatakan penghargaan yang tinggi terhadap niatan presiden untuk meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia melalui program makan bergizi.

Namun demikian dia secara khusus memohon agar program Makan Bergizi Gratis dihentikan mengingat dampak negatif yang dialami secara langsung.

Solusi yang diusulkannya adalah mengadopsi sistem yang sudah terbukti berhasil seperti pengelolaan kantin sekolah dengan bahan baku lokal.

Distribusi bahan makanan yang pendek serta melibatkan warga sekitar dinilai lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan sistem yang baru.

Biaya yang relatif murah dan penerimaan yang baik dari anak-anak menjadi faktor penting yang seharusnya dipertimbangkan dalam kebijakan publik.

Suara dari orang tua dan anak-anak di lapangan diharapkan dapat didengar oleh para pengambil kebijakan di tingkat pusat maupun daerah.

Pengalaman nyata ini merupakan contoh konkret bahwa praktik baik yang sudah ada seharusnya tidak diabaikan begitu saja.

Pendekatan dari bawah ke atas dengan melibatkan komunitas sekolah sering kali menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran dan diterima dengan baik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved