Repelita [Jakarta] - Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho memberikan tanggapan yang cukup mengejutkan terkait rencana Presiden Prabowo Subianto untuk Ibu Kota Nusantara.
Rencana tersebut adalah menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan politik Indonesia di masa yang akan datang.
Melalui sebuah komentar di platform media sosial X, Emerson Yuntho yang akrab disapa Buya Eson menyampaikan sindirannya terhadap wacana tersebut.
“Awok awok awok,” tulis Buya Eson dalam akun media sosialnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Diketahui bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan sinyal yang sangat kuat mengenai masa depan Ibu Kota Nusantara.
Proses pembangunan IKN saat ini sedang dalam tahap percepatan dengan intensitas yang sangat tinggi.
Target besarnya adalah agar IKN dapat berfungsi secara penuh sebagai ibu kota politik Republik Indonesia pada tahun 2028.
Sinyal tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dan negara dalam mewujudkan rencana tersebut.
Presiden Prabowo sendiri telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang mengatur target tersebut secara eksplisit.
Dalam peraturan tersebut, pemerintah menetapkan persyaratan yang sangat konkret untuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
Luas kawasan yang harus terbentuk adalah antara 800 hingga 850 hektare dengan beberapa indikator capaian yang jelas.
Indikator tersebut mencakup pembangunan gedung perkantoran minimal dua puluh persen, penyediaan hunian layak mencapai lima puluh persen, dan prasarana dasar juga lima puluh persen.
Selain itu, indeks konektivitas di kawasan tersebut harus mencapai angka minimal 0,74 sebagai syarat kelayakan.
Rencana pemindahan aparatur sipil negara juga telah masuk dalam radar strategis pemerintah untuk mendukung fungsi IKN.
Pemerintah disebut telah menyiapkan blueprint atau cetak biru untuk kementerian dan lembaga yang akan dipindahkan secara bertahap.
Bahkan, telah tersedia rumah susun yang dapat menampung sekitar lima belas ribu aparatur sipil negara di lokasi IKN.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

