Repelita - Ramalan mengenai kemungkinan terjadinya kondisi darurat yang meliputi pemadaman listrik hingga gangguan pasokan air bersih selama tujuh hari telah menimbulkan kehebohan di jagat maya.
Isu yang awalnya dimunculkan oleh Mantan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Komjen Polisi Purnawirawan Dharma Pongrekun ini memicu kepanikan di kalangan sebagian besar pengguna internet.
Kekhawatiran masyarakat muncul karena mereka merasa rumor tersebut berpotensi besar untuk benar-benar terjadi dalam waktu dekat.
Dalam sebuah program tayangan yang disiarkan secara daring Dharma Pongrekun akhirnya memberikan penjelasan langsung terkait kontroversi ini.
Pensiunan perwira tinggi Polri tersebut mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat justru menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikannya.
Namun tidak sedikit pula yang menilai pernyataannya sebagai bentuk upaya untuk menakut-nakuti publik dengan skenario yang belum tentu terjadi.
"Reaksi masyarakat menunjukkan masih banyak yang belum memahami perjalanan agenda global saat ini," ujarnya dalam program tersebut.
Menurut analisisnya mereka yang merasa ditakut-takuti sebenarnya memperlihatkan ketidaksiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang ada.
Program tayangan yang memuat wawancara eksklusif tersebut dapat diakses melalui akun resmi platform video pada hari Rabu tanggal dua puluh satu Januari.
Dharma Pongrekun merupakan mantan pejabat tinggi yang memiliki latar belakang mendalam di bidang keamanan siber dan sandi negara.
Isu yang diangkatnya menyangkut potensi gangguan besar pada infrastruktur kritis yang menjadi penopang kehidupan masyarakat modern.
Pemadaman listrik dalam skala luas disertai terhentinya akses internet dapat memberikan dampak yang sangat serius terhadap berbagai sektor.
Gangguan pasokan air bersih yang berlangsung selama periode waktu yang cukup panjang juga berpotensi memicu krisis kemanusiaan.
Respons masyarakat terhadap ramalan ini mengindikasikan tingginya tingkat kecemasan akan ketahanan sistem infrastruktur nasional.
Perbincangan mengenai isu ini masih terus berkembang di berbagai platform media sosial dengan beragam spekulasi yang muncul.
Penting bagi masyarakat untuk tetap mengakses informasi dari sumber resmi dan terpercaya agar tidak terjebak dalam kepanikan yang tidak perlu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

