Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Warga Sibolga yang Menjarah Minta Maaf: "Tak Ada Uang dan Bantuan, Saya Ambil Mie Instan untuk Anak"

 Pria Ini Akui Terpaksa Jarah Alfamart di Sibolga Gegara Tak Ada Bantuan

Repelita Sibolga - Kejadian penjarahan terjadi di beberapa gerai ritel modern yang berlokasi di kawasan Jalan Suprapto, Kota Sibolga, pada hari Sabtu tanggal 29 November 2025.

Insiden tersebut menjadikan situasi di kota yang telah terdampak bencana banjir dan tanah longsor terasa semakin mencekam dan mengkhawatirkan.

Setelah berlangsungnya kericuhan massal itu, seorang pria bernama Muchlis akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Dia mengakui keterlibatannya dalam aksi penjarahan yang terjadi di salah satu gerai ritel modern di daerah tersebut.

“Kepada pemilik Alfamart saya minta maaf karena saya salah satu orang yang menjarah, saya sebetulnya gak ada niat untuk berbuat itu,” ujar pria itu melalui akun TikTok pribadinya Muchlis Lepaslajang, dikutip Senin 1 Desember 2025.

Muchlis menjelaskan bahwa kondisi keterbatasan yang dialaminya serta situasi terperangkap banjir menjadi alasan utama di balik tindakannya.

“Tapi karena keterbatasan yang kami miliki dan terjebak banjir, kami juga tidak ada uang untuk membeli dan tidak ada bantuan sama sekali akhirnya saya ikut mengambil juga,” sambungnya.

Dia menambahkan bahwa barang yang diambilnya hanyalah kebutuhan pokok yang sangat mendesak untuk bertahan hidup sambil menanti kedatangan bantuan.

“Tadi saya mengambil mie instan, air mineral dan juga makanan ringan. Insayallah kalau nanti hari sudah membaik dan saya sudah kembali melakukan aktivitas, saya akan kembali ke Alfamart untuk membayar, tadi saya ambil mie instan 3, satu sudah saya masak untuk anak saya,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, aksi penjarahan tersebut bermula dari gerai Alfamart di Jalan Suprapto.

Ratusan warga berkumpul berkerumun di depan pintu besi toko tersebut dan kemudian berusaha mendobraknya dengan cara-cara yang tidak semestinya.

Setelah pintu gerai berhasil dijebol, kaca pembatas yang memisahkan area toko juga turut dipecahkan agar massa dapat masuk ke dalam lokasi perdagangan.

Tidak hanya kalangan orang dewasa yang terlibat dalam aksi tersebut, para ibu beserta anak-anak juga ikut menyerbu masuk ke dalam toko.

Mereka mengambil berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari dari rak-rak toko dan membawanya keluar tanpa ada upaya pencegahan yang efektif.

Kerumunan warga bahkan sempat menghadang dan mengganggu para pengendara maupun siapapun yang berusaha mengabadikan kejadian melalui rekaman.

Aksi penjarahan yang terjadi kemudian merembet dengan cepat ke gerai Indomaret yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian awal.

Hingga laporan ini disusun, aktivitas penjarahan masih dilaporkan berlangsung di beberapa titik di wilayah Kota Sibolga.

Aksi penjarahan ini diduga kuat dipicu oleh kondisi darurat yang dialami oleh warga Sibolga pasca bencana banjir dan tanah longsor melanda.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa stok bahan pangan pokok seperti beras, telur, ikan, daging, dan sayuran mulai sulit ditemukan di pasaran.

Distribusi bahan bakar minyak juga mengalami gangguan yang cukup signifikan di wilayah terdampak bencana.

Antrean panjang terlihat mengular di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum sementara stok gas elpiji telah habis di banyak lokasi.

Banyak pertokoan dan pusat perbelanjaan memilih untuk menutup aktivitas usahanya karena situasi keamanan yang dinilai tidak kondusif.

Kondisi tersebut pada akhirnya memperburuk situasi keterbatasan logistik di wilayah terdampak bencana secara keseluruhan.

Keadaan itu membuat sebagian warga mengambil langkah ekstrem dengan melakukan penjarahan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved