Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Mendagri Tito Berbicara Soal Kayu Gelondongan Banjir Sumut: "Saya Jujur Saja Belum Tahu Jawabannya"

 Mendagri Tito Tak Tahu Asal Gelondongan Kayu saat Banjir Sumatra: Belum Ada Data - Nasional Katadata.co.id

Repelita Medan - Curah hujan dengan intensitas sangat tinggi telah mengguyur berbagai wilayah di lereng perbukitan dan pegunungan yang terletak di Provinsi Sumatera Utara sejak akhir pekan lalu.

Kejadian tersebut meninggalkan sebuah fenomena yang menarik perhatian sekaligus mengundang tanda tanya besar di kalangan masyarakat luas yang menyaksikannya.

Terlihat sejumlah batang kayu gelondongan berukuran besar sebesar paha orang dewasa hanyut terbawa bersama dengan derasnya arus banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.

Material kayu tersebut bersisian dengan arus air yang meluluhlantakkan sejumlah pemukiman di daerah Kabupaten Tapanuli Selatan serta Kabupaten Tapanuli Tengah.

Gemuruh suara air bah yang menyapu jalan-jalan utama turut membawa serta bisikan-bisikan kecurigaan publik mengenai kemungkinan adanya aktivitas penebangan hutan secara ilegal.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian memberikan respons terkait maraknya kecurigaan publik yang berkembang seputar asal-usul kayu gelondongan tersebut.

Dia menyampaikan pernyataan dengan sikap hati-hati dari ruang kerjanya yang dilengkapi sistem pendingin udara di kawasan Jakarta Pusat.

Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini belum dapat memberikan pernyataan yang tegas dan pasti mengenai sumber dari material kayu yang terbawa banjir itu.

Aroma kopi yang masih tersisa di atas meja kerjanya tidak mengubah nada ketegasan dalam pernyataannya bahwa kasus ini harus diselidiki secara menyeluruh.

“Soal kayu gelondongan, saya jujur aja belum tahu jawabannya,” ujar Tito pada hari Senin siang.

Dia mengakui telah mendengar berbagai macam dugaan dan spekulasi yang beredar luas di tengah masyarakat menyangkut fenomena tersebut.

Beberapa pihak menyebutkan bahwa kayu-kayu itu berasal dari aktivitas penebangan liar sementara pendapat lain menyatakan itu adalah material kayu lapuk yang terseret dari daerah hulu.

Namun tanpa adanya data dan bukti yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan, semua informasi yang beredar hanyalah kabar yang dapat memicu ketegangan sosial.

Tito Karnavian mengibaratkan kondisi publik saat ini seperti seseorang yang berdiri di tepi sungai keruh dan melihat sesuatu melintas tanpa mengetahui asal muasalnya.

Oleh karena itu dia secara tegas menolak untuk memberikan kesimpulan yang terburu-buru sebelum aparat penegak hukum turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan.

“Saya enggak bisa menjawab sesuatu yang saya sendiri belum melihat, belum mendapatkan data resmi,” ucapnya sambil mengangkat sedikit tangannya.

Gerakan tangannya tersebut seolah menahan agar berbagai dugaan yang berkembang tidak serta merta berubah menjadi vonis publik tanpa proses hukum yang jelas.

Di berbagai platform media sosial, video yang menampilkan kayu-kayu berukuran raksasa tersebut terus diputar ulang dan disaksikan oleh jutaan pasang mata.

Warganet dengan aktif mengaitkan kejadian tersebut dengan praktik penebangan liar yang telah lama menjadi masalah serius di banyak kawasan hutan Sumatera Utara.

Setiap potongan kayu gelondongan yang muncul di layar perangkat elektronik terasa seperti penanda luka lingkungan yang selama ini tersembunyi dari pandangan umum.

Sementara kondisi banjir di beberapa wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda surut dan meninggalkan bau lumpur yang pekat, pertanyaan mendasar masih tetap menggantung.

Masyarakat bertanya-tanya tentang kepemilikan kayu tersebut dan pihak mana yang memberikan izin bagi kehadirannya di daerah hulu sebelum terbawa arus banjir.

Pemerintah melalui pernyataan resmi menjanjikan akan memberikan jawaban yang komprehensif setelah aparat berwenang berhasil mengungkap fakta sebenarnya di lapangan.

Proses investigasi dan penelusuran akan dilakukan secara cermat untuk menguak asal-usul kayu gelondongan yang memicu polemik publik tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved