Repelita Jakarta - Penulis Tere Liye menyampaikan kritik tajam kepada para jenderal polisi melalui unggahan di media sosialnya pada 14 Desember 2025.
Ia mempertanyakan apa yang masih kurang dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat ini.
Menurutnya, sudah saatnya para petinggi Polri melakukan introspeksi secara jujur dan mendalam.
Anggaran Polri untuk tahun 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 146 triliun rupiah, jumlah yang sangat besar.
Hanya dua lembaga lain yang melebihinya, yaitu Badan Gizi Nasional untuk program makan bergizi gratis serta Kementerian Pertahanan dengan alokasi 185 triliun rupiah.
Dengan sekitar 520 ribu personel polisi di seluruh Indonesia, anggaran per kapita tersebut terhitung sangat tinggi di tengah populasi 280 juta jiwa.
Meski sebagian dana digunakan untuk pengadaan barang, peralatan, dan operasional lainnya, tetap saja angka itu jauh lebih besar dibandingkan banyak kementerian lain yang hanya mendapat ratusan miliar rupiah.
Lalu, mengapa masih ada keinginan untuk menempatkan perwira polisi di jabatan kementerian dengan anggaran lebih kecil, hal itu terasa sangat ironis.
Belum lagi, berbagai tugas utama Polri masih belum tertangani dengan baik dan sering menuai kritik.
Instruksi untuk menjadi polisi yang berintegritas tinggi, jujur sepenuhnya, serta profesional belum sepenuhnya terwujud, namun sudah berniat mengelola institusi lain.
Padahal, Mahkamah Konstitusi telah secara tegas melarang penempatan tersebut, tapi masih ada upaya untuk tetap melanjutkannya.
Seakan-akan para jenderal polisi dianggap sangat kompeten dan mumpuni sehingga bisa membawa kemajuan besar di kementerian mana pun.
Sebaiknya fokus dulu memperbaiki internal Polri sendiri.
Buktikan bahwa institusi tersebut benar-benar dihormati dan dipercaya oleh masyarakat luas.
Jangan terlalu percaya pada hasil survei yang sering bersifat politis belaka.
Coba saja tanyakan kepada anak-anak kecil tentang tugas polisi, takutnya jawaban jujur mereka adalah meminta uang.
Dear Jenderal, Kalian itu kurang apa sebenarnya? Ayolah, mari sesekali kita bercermin dengan jujur.
Polri itu tahun 2026 akan dapat anggaran 146 triliun loh. Hanya ada dua lembaga yang bisa mengalahkannya, BGN untuk proyek MBG, dan Kementerian Pertahanan yang dapat 185 triliun.
Ada 520.000 polisi di negeri ini, itu artinya per kepala anggarannya di 280 juta orang. Duh Rabbi, itu tuh besar sekali. Iya, sy tahu, itu juga utk belanja barang, peralatan, dll. Tapi itu tetap besar. Lembaga-lembaga lain itu ada yang hanya dapat anggaran 100 miliar. Kementerian-kementerian juga ada yg hanya 100 miliar saja.
Lantas kalian mau ikutan menjabat di kementerian-kementerian? Yang anggarannya lebih rendah dibanding kalian? Coba dipikirkan sedikit, itu tuh ironis sekali.
Belum lagi, ayolah, tugas kalian itu masih banyak yg kacau balau. Disuruh jadi polisi yang berintegritas, jujur, profesional saja belum bisa, kok gaya mau ngurusin kementerian lain toh? Dan saat MK dengan tegas sudah melarang, eh masih ngeyel pula.
Seolah-olah, jenderal-jenderaal polisi itu sangat berkompeten, sangat hebat. Seolah-olah jika jenderal-jenderalnya masuk ke kementerian lain, maka akan ada kemajuan.
Urus dulu polri. Buktikan kalian itu dihormati dulu sama rakyat. Jangan halu dengan hasil survei-survei, itu tuh cuma survei, yang namanya juga survei politik. Nah, coba surveynya tanya anak kecil, apa tugas polisi? Saya khawatir sebagian dari mereka akan menjawab jujur: “Minta duit”.
(Tere Liye).
Editor: 91224 R-ID Elok

