Repelita Jakarta - Aktivis 98 Faizal Assegaf mengomentari pernyataan Anies Baswedan yang dianggap mulai mengarahkan kritik terhadap pemerintah dalam konteks penanganan bencana alam.
Ia menekankan bahwa situasi bencana tidak boleh dijadikan ajang saling menyalahkan di antara para tokoh politik.
Melalui akun X pribadinya @faizalassegaf pada Minggu 14 Desember 2025, Faizal menyampaikan pandangannya sebagai respons terhadap seruan Anies Baswedan yang menuntut tindakan lebih cepat dari pemerintah.
“Bila merujuk pada seruan pak anies baswedan, perlu tindakan super cepat. Tapi terkesan Presiden & DPR gagal menggerakkan potensi yang tersedia,” tulis Faizal.
Menurutnya, keterlambatan dalam mengambil keputusan dapat memperburuk masalah dan membawa isu bencana ke wilayah politik.
Hal tersebut berpotensi mengganggu legitimasi pemerintahan yang sedang berjalan.
“Walhasil, lambannya membuat keputusan, semakin menggelinding isu bencana mengancam legitimasi kekuasaan. Hasilnya, bukan solusi tapi berujung petaka serius dalam bernegara,” lanjutnya.
Faizal mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi tuding-menuding di tengah kondisi darurat kemanusiaan.
Sikap saling menyalahkan dinilai tidak pantas dan dapat melemahkan rasa persatuan bangsa.
“Tapi hal itu harus dihindari! Tak elok bencana alam menjadi arena saling tuding & menyalahkan. Semua elemen bangsa harus berdiri dalam satu kesadaran kolektif atas panggilan nurani & kemanusiaan,” tegas Faizal.
Ia menyatakan bahwa penyelesaian terbaik ada di tangan Presiden Prabowo Subianto dengan menggalang dukungan dari seluruh komponen masyarakat.
“Solusi ada di meja Presiden prabowo. Rangkul seluruh elite bangsa, satukan elemen rakyat agar negara hadir dalam kekuatan dan solidaritas nasional. Bencana adalah tanggung jawab bersama!” pungkasnya.
Editor: 91224 R-ID Elok

