Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Suksesi Keraton Solo Makin Panas, Adik PB XIII Benowo Tegaskan Putra Tertua Tidak Otomatis Jadi Raja

Repelita Solo - Mendiang KGPH Benowo, putra PB XII, menegaskan bahwa suksesi di Keraton Kasunanan Surakarta tidak secara otomatis jatuh kepada anak laki-laki tertua.

Ia mengingatkan bahwa sejak masa PB X hingga PB XII, proses pengangkatan raja di lingkungan Keraton sudah berulang kali melampaui aturan garis keturunan berdasarkan usia, sehingga faktor penilaian pribadi raja sebelumnya lebih dominan daripada urutan kelahiran.

Dalam pernyataannya seusai prosesi Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV pada Sabtu (15/11/2025), Benowo menyiratkan bahwa penunjukan KGPAA Puruboyo sebagai penerus sah adalah keinginan langsung dari raja sebelumnya dan bukan hasil intervensi pihak mana pun.

Benowo menyatakan bahwa setiap raja punya hak mutlak menentukan penggantinya, dan keputusan itu hanya dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, bukan kepada kerabat atau pihak luar mana pun.

Ia menanggapi adanya pihak lain yang merasa lebih berhak berdasarkan usia, namun menegaskan bahwa senioritas tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai raja, sebagaimana contoh dalam sejarah keluarga mereka.

Menurut Benowo, prosesi sumpah di atas Watu Gilang menjadi satu-satunya penanda sah legitimasi seorang raja Keraton Solo, dan hal itu tidak bisa digantikan dengan upacara di tempat lain.

Ia menjelaskan bahwa Watu Gilang adalah batu bersejarah peninggalan Majapahit yang dibawa turun-temurun sebagai saksi sumpah raja, dan menjadi simbol pengikat terhadap konsekuensi sakral sumpah tersebut.

Benowo menantang siapa pun yang mengklaim sebagai raja untuk berani bersumpah di atas Watu Gilang, karena sumpah tersebut mengandung risiko berat hingga nyawa taruhannya, dan bukan sekadar simbol tanpa makna.

Ia menegaskan dirinya tak berani main-main dengan Watu Gilang, sehingga prosesi di luar tempat tersebut tidak sah menurut adat Keraton Surakarta, meskipun dilakukan dengan seremoni besar.

Benowo mengingatkan bahwa seluruh raja Keraton sejak masa lampau bersumpah di tempat yang sama dan tradisi ini tidak bisa dipindahkan ke sasana atau ruang lain di lingkungan Keraton.

Ia menutup pernyataannya dengan menyampaikan bahwa siapa pun yang ingin menandingi legitimasi raja pilihan Sinuhun harus datang ke Watu Gilang dan bersedia menanggung segala akibat jika sumpahnya tak terbukti sah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved