Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rekam Jejak Raja Yordania King Abdul II yang Ternyata Sahabat Lama Prabowo, Pernah Sekolah Bareng

 Rekam Jejak Raja Yordania King Abdul II yang Ternyata Sahabat Lama Prabowo, Pernah Sekolah Bareng

Repelita Jakarta - Kedatangan Raja Abdullah II bin Al Hussein dari Kerajaan Yordania Hasyimiyah pada Jumat, 14 November 2025, menjadi momen bersejarah dalam hubungan diplomatik Indonesia dan Yordania.

Raja Abdullah II mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan pengamanan tingkat tinggi sejak memasuki wilayah udara Indonesia.

Pengawalan tersebut dilakukan oleh tujuh jet tempur F-16 dan tiga pesawat tempur T50 milik TNI Angkatan Udara, menunjukkan kehormatan besar bagi kunjungan kenegaraan ini.

Sesampainya di Lanud Halim, Presiden Prabowo Subianto langsung menyambut Raja Abdullah II dengan pelukan hangat, disertai senyum ramah yang dibalas oleh tamu kehormatan itu.

Keduanya kemudian naik ke dalam satu kendaraan yang sama menuju Istana Merdeka, menandai kedekatan personal yang telah terjalin sejak lama.

Di Istana Merdeka, upacara penyambutan kenegaraan berlangsung meriah dengan iringan pasukan berkuda, dentuman meriam hampa sebanyak 21 kali, dan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana hangat ini melanjutkan keramahan serupa ketika Prabowo berkunjung ke Yordania pada April 2025, saat Raja Abdullah II bahkan mengemudikan mobil sendiri untuk mengantar Prabowo ke hotel tempatnya menginap.

Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II ternyata telah menjalin relasi sejak muda ketika sama-sama mengikuti pelatihan militer di Fort Benning, Amerika Serikat.

Pada masa itu, Prabowo adalah perwira muda TNI Angkatan Darat, sedangkan Abdullah II ialah seorang pangeran yang meniti karier militernya di Angkatan Darat Yordania.

Keduanya kemudian menempuh jalur berbeda, dengan Abdullah II naik takhta sebagai Raja Yordania pada tahun 1999, sementara Prabowo meneruskan karier militer lalu memasuki dunia politik hingga akhirnya terpilih menjadi Presiden Indonesia pada 2024.

Dalam jamuan kenegaraan di Istana Negara pada Jumat malam, Prabowo mengungkapkan bahwa Yordania pernah menjadi tempat berlindung baginya saat melewati masa-masa berat setelah kejatuhan Orde Baru, sekitar 25 tahun lalu.

Ia bahkan menyebut bahwa persahabatan yang terjalin saat itu telah menjadi fondasi kuat hubungan kedua negara hingga hari ini.

“Saya memiliki ikatan emosional yang khusus dengan Kerajaan Hashemite. Pada waktu itu saya sedang menghadapi salah satu periode paling sulit dalam karier saya, dan pada saat itulah saya merasakan persahabatan dan kebersamaan dari Yang Mulia,” ucap Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo juga berharap agar hubungan antara Indonesia dan Yordania yang kuat secara personal ini mampu memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia, termasuk perjuangan diplomasi untuk Palestina.

Dalam kesempatan itu juga, Prabowo menyampaikan harapan agar kerja sama kedua negara di berbagai bidang semakin diperdalam dan membawa manfaat nyata bagi rakyat masing-masing.

Raja Abdullah II bin Al Hussein lahir di Amman pada 30 Januari 1962 dan merupakan putra sulung Raja Hussein bin Talal serta Putri Muna Al Hussein.

Sejak kecil, ia menempuh pendidikan yang memadukan tradisi Timur Tengah dengan wawasan internasional melalui studi di Islamic Educational College, Deerfield Academy di Amerika Serikat, Oxford University di Inggris, serta School of Foreign Service di Georgetown University, Washington D.C.

Selain pendidikan akademik, ia menempuh pendidikan militer di Royal Military Academy Sandhurst di Inggris dan memulai kariernya di Angkatan Darat Yordania hingga menjabat sebagai komandan pasukan khusus.

Sebelum naik takhta pada Februari 1999, Abdullah II sempat beberapa kali menjadi Regent ketika Raja Hussein berhalangan dan kembali ditetapkan sebagai Putra Mahkota pada 24 Januari 1999, menggantikan keputusan sebelumnya pada 1965.

Raja Abdullah II menikah dengan Ratu Rania Al Abdullah pada 10 Juni 1993 dan dikaruniai empat anak, yakni Putra Mahkota Pangeran Al Hussein (1994), Putri Iman (1996), Putri Salma (2000), dan Pangeran Hashem (2005).(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved